Minggu, 26 April 2026

Terkini Nasional

Oposisi Bergabung ke Koalisi Jokowi, Rocky Gerung: Semacam Sleeping With Enemy

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapannya terkait kabar bahwa partai oposisi akan bergabung dengan koalisi Jokowi.

Kanal YouTube Indonesia Lawyers Club
Rocky Gerung 

"Kalau nggak pragmatis kekuasaan pasti dia menghormati psikologi publik yang mengendaki ada oposisi," pungkasnya.

Tak Terima Disebut Pro Prabowo, Rocky Gerung: Saya Oposisi dengan Motif Kedunguan

2 Pantun Sekjen Partai Gerindra yang Tunjukkan Keputusan Gabung Koalisi atau Jadi Oposisi

Yunarto Wijaya Sebut Jokowi Buka Jalan untuk Oposisi Masuk ke Koalisi

Pengamat politik Yunarto Wijaya buka suara terkait adanya kemungkinan partai oposisi masuk ke koalisi.

Hal ini menindaklanjuti dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan dua ketua umum partai oposisi, Prabowo Subinato dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Yunarto menuturkan bahwa adanya kemungkinan oposisi masuk ke koalisi ini diawali dari statemen yang diucapkan oleh Jokowi.

"Sebetulnya kalau kita berkaca dari statement-statement Jokowi sendiri pro dan kontra terkait masuknya kubu oposisi seperti Gerindra atau demokrat itu malah munculnya dari Jokowi pertama kali," tuturnya dilansir dari tayangan di kanal Youtube Metrotvnews, Senin (14/10/2019).

Pada bulan Juni, Jokowi menyampaikan bahwa membuka kesempatan untuk partai-parati lain masuk ke dalam koalisi.

Hal ini membuat peluang oposisi masuk ke koalisi menjadi semakin besar.

"Kita ingat di bulan Juni Jokowi sendiri yang mengatakan terbuka untuk partai-parati lain masuk."

"Kalau kita lihat dari rentetan statement yang ada memang bagaimana kita membaca pola pikir Jokowi mengenai masuknya partai di luar koalisi memang dari awal terlihat sekali sangat terbuka itu yang menyebabkan peluang ini benar-benar terlihat, pintunya benar-benar terbuka," sambungnya.

"Secara prinsipin dari awal memang Jokowi membuka kemungkinan itu," imbuhnya.

Namun hal ini tidak mudah untuk dilakukan.

Ada sejumlah alasan yang membuat hal ini tidak mudah untuk dilakukan.

Alasan pertama adalah pendapat dari parati koalisi yang pro dan kontra dengan kemungkianan adanya oposisi yang masuk dalam koalisi.

"Tetapi pertanyaannya apakah ini bsia dilakukan, secara teknis itu tidak mudah, satu bagaimana sikap dari partai koalisi lain," ujarnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved