Sulteng Hari Ini

BPKH Gelar Pelatihan Wirausaha dan Bangun Tempat Tinggal Terintegrasi di Kabupaten Sigi

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, kampung BPKH merupakan program bantuan terintegrasi dalam cakupan wilayah yang terdampak bencana gempa

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Peletakan batu pertama pembangunan Kampung BPKH di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Kamis (24/10/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Rumah Zakat membangun kampung BPKH di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Peletakan batu pertama pembangunan Kampung BPKH itu dilakukan Kamis (24/10/2019) siang.

Dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata, para Pimpinan BPKH Rahmat Hidayat, Hamid Paddu, Beny Witjaksono, Ajar S Broto, Huriyah El Islamy, Nur Efendi CEO Rumah Zakat, Pimpinan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Habib Sholeh Alaydrus, pemerintah daerah setempat dan masyarakat.

Kampung BPKH itu diperuntukkan bagi 100 kepala keluarga korban gempabumi 28 September 2018 di Desa Sibalaya Utara dan sekitarnya.

Prakiraan Cuaca Kota Palu Jelang Akhir Pekan, Jumat Besok dan Sabtu Lusa, 25-26 Oktober 2019

Selain menyedihkan rumah permanen, pemukiman baru yang dibangun oleh BPKH dengan menggandeng Rumah Zakat itu juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas yang tersedia antara lain ruang terbuka hijau, fasilitas air bersih, bahkan miniatur kabah jiga akan dibangun di lokasi Kamlung BPKH tersebut.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, kampung BPKH merupakan program bantuan terintegrasi dalam cakupan wilayah yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi.

Bantuan tersebut berupa pembangunan Rumah Sehat Ramah Gempa, masjid, klinik, sarana air bersih dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat penyintas bencana di Kabupaten Sigi.

Dengan pembangunan infrastruktur itu kata Nur Efendi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah.

Selain itu, layanan kesehatan bagi warga dengan bangunan klinik, penyediaan air bersih dan toilet diharapkan bisa mewujudkan warga sehat, tahan terhadap penyakit.

Sedangkan program pelatihan kewirausahaan diberikan kepada para penyintas bencana yang tinggal di Kampung BPKH, untuk memotivasi para peserta agar bisa mandiri kembali dalam menjalankan usaha.

“Insya Allah 100 kepala keluarga akan tinggal di kampung ini, ini dari rekomendasi pemerintah setempat yang merupakan warga terdampak bencana dan belum memiliki tempat tinggal tetap, semoga kolaborasi ini juga bisa mempercepat bangkitnya Sigi," ujar Mur Efendi.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Investasi, Beny Witjaksono menambahkan, Kehadiran BPKH dalam membantu proses pemulihan dan rehabilitasi daerah terdampak bencana Palu, Sigi, dan Donggala, merupakan bagian dari amanat undang-undang nomor 34 tahun 2014.

Yakni tentang pengelolaan keuangan haji berkewajiban memberikan kemaslahatan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

"Total dana umat yang digunakan dalam pembangun Kampung BPKH ini sekitar Rp4,3 miliar, kita harap secepatnya sudah bisa ditempati oleh warga penerima manfaat," kata Beny.

Dalam peletakan batu pertama pembangunan Kampung BPKH itu, Pimpinan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Habib Sholeh Alaydrus turut memimpin doa. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved