Kemenkeu Peringati Hari Oeang ke-73 Hari Ini, Yuk Simak Sejarah Uang Republik Indonesia
Kemenkeu menyelenggarakan upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 sekaligus Hari Oeang ke-73, Rabu (30/10/2019) di Kantor Pusat Kemenkeu.
TRIBUNPALU.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperingati Hari Oeang Republik Indonesia setiap tanggal 30 Oktober.
Dikutip dari laman resmi Kemenkeu, kemenkeu.go.id, Kemenkeu menyelenggarakan upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 sekaligus Hari Oeang ke-73, pada Rabu (30/10/2019) di Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta.
Pada upacara tersebut Sri Mulyani yang merupakan Menteri Keuangan bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam pidatonya, Sri Mulyani mengatakan Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara berpendapatan tinggi serta mencapai kesejahteraan yang merata di tahun 2045 mendatang.
"Kita harus mampu menggunakan keuangan negara dalam menggerakkan ekonomi Indonesia agar semakin berkeadilan, semakin inklusif, dan kesejahteraan yang merata," ujarnya.
Sri Mulyani juga mengajak jajaran Kemenkeu agar pada perayaan Hari Oeang ke-73 dan dengan semangat Sumpah Pemuda dapat selalu bekerja dalam semangat seperti pemuda tahun 1928 yang memiliki visi jangka panjang bahkan sebelum itu.
Sejarah Oeang Republik Indonesia
Peringatan Hari Oeang bertepatan dengan hari di mana Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan mata uang sendiri, yaitu pada 30 Oktober 1946.
Kala itu mata uang resmi Indonesia diberi nama Oeang Republik Indonesia (ORI).
Sebelum ORI diterbitkan, rakyat Indonesia menggunakan mata uang De Javasche Bank, mata uang Hindia Belanda, dan mata uang Jepang yang berlaku sejak 1 Oktober 1945.
1. De Javasche Bank
2. De Japansche Regeering
3. Dai Nippon emisi
4. Dai Nippon Teikoku Seibu
Oleh karena itu penerbitan mata uang ORI dianggap sebagai tonggak sejarah sekaligus bentuk langkah tegas Indonesia akan keinginannya untuk dapat benar-benar merdeka dari jajahan Belanda dan Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kemenkeu-peringati-hari-oeang-republik-indonesia-dan-sumpah-pemuda.jpg)