Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Mulai 12 Desember 2019, OVO Kenakan Biaya Bagi Pelanggan yang Lakukan Transfer Antar Bank

Akun Instagram @ovo_id yang biasanya menyampaikan pembaruan aplikasi Ovo pun terpantau belum mengunggah informasi terkait biaya ekstra tadi.

Kontan/Carolus Agus Waluyo
Ilustrasi penggunaan OVO sebgai dompet digital 

Kendati disampaikan biaya transfer sebesar Rp 2.500 melalui aplikasi, namun di situs Ovo.id,ketika berita ini ditayangkan, tercantum informasi bahwa biaya transfer keluar ke rekening bank akan dikenakan tarif sebesar Rp 3.000.

Sementara itu, biaya Rp 2.500 justru akan dikenakan kepada transaksi pembayaran tagihan.

Terlepas dari itu, seluruh transaksi di Ovo, seperti transfer ke sesama Ovo, tetap gratis alias tanpa biaya tambahan.

Belum diketahui mana yang benar lantaran pihak Ovo, seperti disebutkan tadi, juga belum memberikan kejelasan atas informasi ini.

Ovo sendiri merupakan perusahaan milik Lippo Group yang fokus di bidang dompet digital.Kini, startup yang identik dengan warna ungu itu sudah menjadi salah satu dari lima unicorn asal Indonesia bersama Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Ovo juga menjadi sistem pembayaran digital untuk aplikasi Tokopedia dan layanan ride-hailing Grab.

OVO Perluas Akses Top-up di Jaringan PRIMA

Fintech payment PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO perluas kerja sama dengan PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola Jaringan PRIMA.

Lewat kerja sama ini, pengguna OVO dapat melakukan pengisian ulang atau top up saldo OVO lewat jaringan PRIMA di 22 mitra bank dan non bank.

Sebelumnya Rintis dan OVO sudah menjalin kemitraan sejak 5 Oktober 2018 untuk layanan Top Up OVO.

Halaman
123
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved