Kamis, 16 April 2026

Terkini Nasional

Politisi PSI Beri Ultimatum Anies Baswedan, Ini Dua Alasan yang Mendasari

Berikut dua hal yang mendasari politisi PSI William Aditya Sarana memberikan ultimatum untuk Anies Baswedan.

Istimewa
William Aditya Sarana vs Anies Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana sedan menjadi sorotan publik.

Hal ini lantaran keberaniannya membongkar soal anggaran DKI Jakarta yang dianggap ganjil lewat sebuah unggahan di akun media sosialnya.

William mengungkap beberapa anggaran janggal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tercantum dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Anggaran janggal tersebut di antaranya untuk pembelian lem aibon sebesar Rp 82 miliar, anggaran pengadaan pulpen sebesar Rp 124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, dan anggaran Rp 121 miliar untuk pengadaan 7.313 unit komputer di Dinas Pendidikan.

Tidak berhenti sampai di situ, terbaru William bahkan dengan tegas memberikan ultimatum untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ultimatum yang diberikan William untuk Anies Baswedan berkaitan dengan persoalan anggaran Pemerintah DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan William saat menjadi narasumber dalam acara Mata Najwa episode Buka-Bukaan Anggaran Aneh DKI, Rabu (6/11/2019).

Bunyi ultimatum tersebut adalah Anies Baswedan diminta untuk menggunggah dokumen perencanaan APBD 2020 ke website sebelum tanggal 11 November 2019.

"Jadi saya mengultimatum ini paling telat pada tangal 11 November Gubernur Anies Baswedan segera mengunggah dokumen perencanaan APBD 2020 ke website apbd.jakarta.go.id," ujarnya.

Jika Anies tidak melakukan hal tersebut sampai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan maka fraksi PSI akan melakukan cara yang lebih keras lagi untuk menekan eksekutif agar segera mengupload dokumen APBD 2020.

Nilai Anies Baswedan Gubernur Amatiran, Politisi PSI Beri Ultimatum Ini untuk Gubernur DKI

Pesan PSI untuk Anies Baswedan Terkait Kejanggalan RAPBD DKI: Anda Harus Bekerja Sungguh-sungguh

Ketua DPRD DKI Jakarta Tuntut Anies Baswedan Buka Dokumen Anggaran Pemprov ke Publik

"Kalau Gubernur Anies Baswedan tidak mengupload juga dokumen APBD 2020 yang merupakan uang rakyat tentunya kami dari fraksi PSI akan mencari cara yang lebih keras lagi bagaimana mempraser eksekutif untuk segera mengupload perencanaan tersebut," pungkasnya.

Ternyata ada alasan yang mendasari William memberikan ultimatum tersebut untuk Anies.

Alasan tersebut adalah penilaian William untuk kinerja Anies sebagai seorang gubernur.

William menilai bahwa sosok Anies Baswedan merupakan gubernur yang amatiran dan tidak transparansi.

"Ada dua poin yang ingin saya sampaikan, yang pertama saya ingin menyatakan bahwa Pak Anies Baswedan ini adalah gubernur yang amatiran itu yang pertama, yang kedua adalah Pak Gubernur Anies Baswedan ini gubernur yang alergi terhadap transparansi," ujar William.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved