Nelayan Desa Surumana, Donggala yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Nelayan asal Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, yang hilang beberapa hari lalu ditemukan meninggal dunia, Jumat (22/11/2019)

Nelayan Desa Surumana, Donggala yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia
DOK BASARNAS PALU
Tim rescue saat melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang Hilang di perairan Desa Surumana, Kabupaten Donggala, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Nelayan asal Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, yang hilang beberapa hari lalu ditemukan meninggal dunia, Jumat (22/11/2019) siang.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Basri (36) yang hilang di perairan Kecamatan Banawa pada koordinat 0°50'58.45"S 119°33'38.12"T.

"Tim SAR langsung mengevakuasi korban ke rumah keluarganya di Desa Surumana," kata Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano.

Sebelumnya, seorang nelayan di Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, dikabarkan hilang saat melaut sejak Rabu (20/11/2019) siang.

Informasi hilangnya seorang nelayan itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas Palu, Kamis (21/11/2019) siang.

Ciptakan Kamtibnas, Polisi Gelar Razia Penumpang Kapal di Pelabuhan Pantoloan

Terbakar Api Cemburu, Pria di Palu Tega Bacok Sepupunya Dua Kali

Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano, langsung mengirimkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi, nelayan Desa Surumana itu hilang di titik kordinat 0°50'53.30"S - 119°34'49.76"T, sekitar 76 kilometer dari Kantor Basarnas Palu.

"Tiba di lokasi, tim rescue langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan menyusun rencana pencarian dan penyelamatan," kata Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano, Kamis sore.

Diketahui, nelayan yang Hilang bernama Basri (36), pergi melaut dengan seorang temannya pada Rabu malam.

Keduanya turun ke laut untuk memasang pukat, seperti biasanya.

Kenaikan Tipologi Polda Sulteng Disusul Kapolda Berpangkat Dua Bintang

Namun sampai Kamis pagi, korban belum juga kembali ke rumah.

Saat ini, tim rescue sudah diturunkan dengan 1 unit rescue car truk personel dan satu unit rubber boat.

"Ditambah palsar pendukung lainnya," jelas Basrano. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved