Sabtu, 18 April 2026

Halalbihalal IKM

Ikatan Keluarga Minang di Kota Palu Hidupkan Tradisi Bajamba

Kaum ibu terlihat memakai tingkuluak, sementara kaum pria menggunakan deta atau saluak.

Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Robit Silmi
IKM PALU - Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Palu menghidupkan tradisi Makan Bajamba dalam momentum halalbihalal 1447 Hijriah. Halalbihalal IKM itu berlangsung di Rumah Gadang, Jl Kelinci, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (18/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Palu menghidupkan tradisi Makan Bajamba dalam momentum halalbihalal 1447 Hijriah.

Halalbihalal IKM itu berlangsung di Rumah Gadang, Jl Kelinci, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (18/4/2026).

Pantauan TribunPalu.com, Rumah Gadang dipadati warga IKM sejak pukul 10.00 WITA.

Tamu undangan berdatangan silih berganti, sebagian besar mengenakan busana adat Minangkabau

Kaum ibu terlihat memakai tingkuluak, sementara kaum pria menggunakan deta atau saluak.

Baca juga: 2 Mantan Gubernur Sulteng Hadiri Halal Bihalal Orang Minang di Rumah Gadang Palu

Di dalam ruangan, sejumlah panitia tampak sibuk menata hidangan.

Beberapa di antaranya menyusun piring dan lauk secara berjejer, sementara yang lain memastikan posisi duduk tamu agar membentuk lingkaran.

Aroma masakan khas Minangkabau mulai tercium memenuhi ruangan.

Hidangan seperti rendang, gulai ayam, gulai nangka, menunggu prosesi makan bajamba dimulai.

Hidangan itu tersaji dalam satu talam terisi piring-piring kecil.

Ketika acara memasuki puncak, para tamu pria kemudian diarahkan duduk bersila (baselo) di sekitar hidangan. 

Sementara kaum perempuan duduk bersimpuh.

Tanpa sekat, mereka makan bersama dalam satu hamparan, menciptakan suasana akrab khas tradisi Minangkabau.

Baca juga: Perdana, IKM Kota Palu Gelar Halal Bihalal, Hadirkan Tradisi Makan Bajamba

Dewan Pembina IKM Kota Palu Diah Puspitasari mengatakan, tradisi Makan Bajamba dihadirkan sebagai upaya menjaga budaya Minangkabau di perantauan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved