Selasa, 9 Juni 2026

Indonesia Masuki Musim Penghujan, Waspadai 6 Penyakit Ini, DBD sampai Kencing Tikus

Namun, penyakit tak luput mengintai Anda selama musim hujan. Dikutip dari Hellosehat, ini beberapa penyakit musim hujan yang paling sering

Tayang:
Editor: Imam Saputro
idntimes.com
Masuk musim penghujan, waspadai 6 penyakit ini 

TRIBUNPALU.COM - Sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan sejak Dasarian I (10 hari pertama) bulan Desember 2019, hingga mengalami puncak pada Januari 2020.

Hal ini menjadi sesuatu yang ditunggu masyarakat setelah melewati fase musim kemarau dengan kekeringan yang cukup panjang pada tahun ini.

Namun, penyakit tak luput mengintai Anda selama musim hujan. Dikutip dari Hellosehat, ini beberapa penyakit musim hujan yang paling sering dialami orang Indonesia.

1. Influenza atau flu

Influenza di daerah tropis dinyatakan tidak mengenal musim. Meskipun pada musim dingin atau musim hujan, orang menjadi sangat rentan terjangkit virusinfluenza.

Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A, B atau C ini dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau hanya dengan sentuhan pada benda yang sudah terkontaminasi oleh penderita flu.

"Influenza itu sebenarnya berbahaya dan mengancam nyawa, juga sangat berpotensi menjadi wabah karena dapat menular dengan cepat. Bahaya kalau sampai komplikasi," kata Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia Prof Dr dr Iris Rengganis SpPD dalam acara Bebas Influenza Saat Travelling di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pada kondisi parah, influenza bisa mengakibatkan komplikasi seperti pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, hingga kematian.

2. Diare

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala encernya feses yang dikelurakan dan frekuensi baung air besar yang lebih sering daripada biasanya.

Bakteri penyebab diare yang paling umum yaitu seperti rotavirus, shigella, E.coli, cryptosporidium dan lain sebagainya.

Diare dianggap sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan racun atau kuman yang ada di dalam tubuh.

Namun jika terlalu sering mengalami diare, dianjurkan dokter untuk tidak mengkonsumsi antibiotik. Melainkan diberikan minum elektrolit atau oralit, selain yang utama adalah perbanyak minum air putih.
3. Demam tifoid (tipes)

Demam tifoid atau yang dikenal dengan tipes adaah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Jika tidak ditangani dengan segera, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

4. Demam Berdarah Dengue ( DBD)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved