Sabtu, 11 April 2026

Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan di Bandara Soetta, Pengamat: Mungkin Pilot Terlalu Capek

Dua pesawat milik maskapai Garuda Indonesia nyaris bertabrakan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

http://marketeers.com
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNPALU.COM - Dua pesawat milik maskapai Garuda Indonesia nyaris bertabrakan di salah satu jalan penghubung, antara landas pacu dengan apron atau taxiway di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Terkait hal tersebut pengamat penerbangan dan anggota Ombudsman, Alvin Lie memberikan tanggapannya.

Ia mengatakan faktor kelelahan pilot kemungkinan menjadi penyebab dua pesawat Garuda Indonesia berhadapan di taxi way Bandara Soekarno-Hatta.

"Ada dua kemungkinan, apakah overtime, dia terlalu capai ataukah ada keperluan lain," jelas dia saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (13/12/2019).

Menurut dia, faktor kelelahan pilot ini harus diselidiki lebih mendalam lagi. Pasalnya insiden pesawat berhadapan tersebut merupakan kesalahan pilot.

Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Garuda Indonesia, Sekarga Sebut Tetap Kritis dan Objektif

Transformasi Seragam Pramugari Garuda Indonesia dari Tahun 1949 hingga Sekarang, Mana yang Menarik?

Bergabung dengan Garuda Select di Inggris, Bagus Kahfi Mengaku Dapatkan Banyak Manfaat

 "Ini yang harus diperiksa, sehari dia sudah bekerja berapa jam, sebelum penerbangan dia istirahat berapa jam, ini perlu diinvestigasi," kata dia.

Terlebih, dari pihak Garuda Indonesia sendiri sudah mengakui faktor penyebab insiden pesawat berhadapan tersebut adalah karena penerimaan informasi oleh pilot yang kurang baik.

Sebelumnya, Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea menyampaikan insiden yang terjadi pada pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan GA 649 rute Ternate-Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 08.15 waktu setempat pada hari Kamis (12/12/2019).

Pesawat tersebut sempat mengalami salah belok di taxi way sehingga pesawat tersebut sempat saling berhadapan dengan pesawat lainnya yaitu GA 264 dengan rute Jakarta - Banyuwangi yang dijadwalkan berangkat pukul 10.20 WIB.

“Kejadian tersebut disebabkan oleh penerimaan komunikasi yang kurang baik oleh pilot," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (13/12/2019).

Tumpal mengatakan, penerimaan yang kurang jelas tersebut bukan tanpa alasan. Saat pesawat hendak mendarat, kata dia, cuaca di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terbilang buruk.

Akan tetapi Garuda Indonesia tidak menjelaskan kondisi kesehatan pilot saat penerbangan tersebut berlangsung.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Herson, menyampaikan kronologi insiden yang disebut taxiway incursion tersebut.

Herson menjelaskan, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-649 baru datang dari Ternate. Sementara GA-264 akan take off. Herson mengatakan, kejadian bermula saat pesawat GA-649 akan mendarat.

Kemudian, pesawat itu menerima instruksi dari menara ACT untuk masuk ke jalur NC3. Akan tetapi, pilot tidak mendengar instruksi menara ACT dan masuk ke jalur NP2.

"Pada saat yang bersamaan, GA-264 (yang akan take off) sudah berada di posisi NP2 sehingga membuat kedua pesawat dalam kondisi berhadapan (head on)," kata dia.

Pada akhirnya GA-649 diseret keluar dari jalur NP2 dan GA-264 melanjutkan untuk take off.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved