Operasi SAR Pencarian Nelayan Hilang di Parigi Moutong Dihentikan Basarnas Sulteng

Operasi SAR terhadap nelayan yang hilang di perairan Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong sudah berlangsung selama 7 hari.

Operasi SAR Pencarian Nelayan Hilang di Parigi Moutong Dihentikan Basarnas Sulteng
DOK BASARNAS PALU
Pencarian yang dilakukan oleh tim rescue dari Basarnas di perairan Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa, Parimo, Rabu (11/12/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Operasi SAR terhadap nelayan yang hilang di perairan Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong sudah berlangsung selama 7 hari.

Sepanjang pencarian, tim SAR gabungan tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano mengatakan, tim SAR gabungan kemudian melakukan evaluasi dan telah disepakati bersama keluarga korban bahwa operasi pencarian terhadap korban ditutup.

"Keluarga korban pun sudah mengikhlaskan," kata Basrano, Sabtu (14/12/2019) malam.

Pihak keluarga korban juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melakukan pencarian selama 7 hari terakhir.

Sebelumnya, seorang nelayan bernama Sarlin (39) dikabarkan hilang saat mengecek rumpon ikan, Sabtu (7/12/2019) sore.

Korban diketahui hilang di perairan Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong.

Informasi kejadian membahayakan manusia itu diterima Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional alias Basarnas Palu, Minggu (8/12/2019) pagi.

Kantor Basarnas Palu langsung mengirim 1 tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi ke lokasi kejadian.

Berdasarkan kronologis yang diterima, kata Basrano, korban pada Jumat 06 Desember 2019, pukul 16.00 Wita pergi melaut.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved