Cerita di Balik Nenek 72 Tahun yang Dipapah Anaknya Ikuti Wisuda di Polimarim Makassar

Seorang nenek yang tengah dipapah anak perempuannya menerima ijazah pada acara wisuda Perwira Transportasi Laut tersebut.

huffingtonpost
ilustrasi wisuda 

Sebelum meninggal, Maulana sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit selama tiga hari karena sakitnya.

Sang nenek menceritakan, jika cucunya sangat bersemangat untuk mengikuti wisuda ini.

Bahkan waktu masih dirawat di rumah sakit, kata nenek Junaedah, selalu mengingatkan untuk mengambil perlengkapan wisuda.

''Waktu di rumah sakit, dia selalu ingatkan kalau toga untuk wisudanya masih ada di kampus dan belum diambil."

"Termasuk jadwal wisudanya yang dilaksanakan hari ini,'' tutur Hj Junaedah terharu.

Tante dari almarhum, Hadijah menambahkan, ponakannya sangat rajin dan bersemangat untuk menyelesaikan kuliah.

Terutama ketika saat mengerjakan tugas karya tulis ilmiah untuk menyelesaikan studinya.

"Almarhum itu sangat baik dan rajin. Waktu menyelesaikan karya tulisnya, ia sangat bersemangat dan ingin selesai tahun ini," kisahnya.

Pada acara wisuda tersebut, Direktur Polimarim AMI Amrin Rani menyerahkan langsung ijazah dan sertifikat almarhum Maulana kepada neneknya.

Tak lupa Amrin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved