Fahri Hamzah Nilai Majunya Gibran Rakabuming dalam Pilkada Solo 2020 dapat Turunkan Reputasi Jokowi
Kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming dari petahana Achmad Purnomo memantik komentar dari politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Paundrakarna yang merupakan cucu Presiden Soekarno dan kerabat Mangkunegaran Solo itu meraih 40 persen.
Masih kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming jika dibandingkan dengan petahana itu memicu komentar dari mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.
Melalui laman Twitter-nya yang sudah terverifikasi, Fahri Hamzah tampak sinis dengan pencalonan Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo.
Menurut Fahri Hamzah, jika Gibran Rakabuming ingin maju di bidang politik, tahun yang pas adalah setelah 2024.
Keputusan Gibran Rakabuming untuk maju di bidang politik menurut Fahri Hamzah justru akan merusak reputasi Jokowi.
"Sebaiknya Gibran maju paling cepat setelah 2024....kalah atau menang di Solo akan merusak reputasi bapaknya...padahal harusnya reputasi presiden berakhir moncer...pada periode akhir," ungkap Fahri Hamzah dilansir TribunnewsBogor.com, Selasa (17/12/2019).
Setali tiga uang dengan Fahri Hamzah, Fadli Zon pun turut memberikan komentarnya terkait sosok Gibran Rakabuming.
Dalam laman media sosialnya yang sudah terverifikasi, Fadli Zon membandingkan keputusan Jokowi yang mengizinkan Gibran Rakabuming untuk maju di dunia politik dengan keluarga Soeharto.
Diakui Fadli Zon, di era kekuasannya, Soeharto tak pernah mengizinkan anak-anaknya mengikuti jejak sang ayah di Pilkada.
Dalam cuitannya itu, Fadli Zon pun menyinggung soal dinasti politik.
Tak hanya itu, Fadli Zon juga menyindir soal adanya politik aji mumpung.
Sebab menurut Fadli Zon, hal tersebut tak sehat untuk demokrasi bangsa.
"Di zaman Orde Baru saja, Pak Harto tak pernah izinkan anaknya ikut pilkada walau mekanismenya beda. Kalau namanya bukan “politik dinasti” ya “politik aji mumpung”. Tidak sehat bagi demokrasi," tulis Fadli Zon dalam cuitannya, Selasa (17/12/2019).
Alasan masyarakat dukung Gibran Rakabuming
Survei yang digelar Median menunjukkan, mayoritas pemilih Gibran Rakabuming Raka pada Pilkada Solo 2020 mendasarkan pilihannya atas faktor sosok Gibran yang dinilai mewakili kaum muda.