Fahri Hamzah Nilai Majunya Gibran Rakabuming dalam Pilkada Solo 2020 dapat Turunkan Reputasi Jokowi
Kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming dari petahana Achmad Purnomo memantik komentar dari politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
TRIBUNPALU.COM - Kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming dari petahana Achmad Purnomo memantik komentar dari politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Dua mantan pimpinan DPR RI itu tampak menyoroti hasil survey yang menyatakan bahwa elektabilitas Gibran Rakabuming masih kalah dari sang pesaing, Achmad Purnomo.
Dalam laman media sosialnya, Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun dengan keras mengomentari pencalonan Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo.
Dengan suara lantang, Gibran Rakabuming pun telah mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Calon Wali Kota Solo di depan warga dan relawan.
Gibran Rakabuming juga telah memberikan pidato pertamanya pasca resmi mendaftar sebagai calon Wali Kota Solo.
• Bukan karena Putra Jokowi, Ini Faktor Utama Rakyat Solo Pilih Gibran Maju dalam Pilkada 2020
• Gibran Rakabuming Belum Bisa Kalahkan Elektabilitas Achmad Purnomo dalam Pilkada Solo 2020
• Achmad Purnomo Pasrah Jika PDIP Tunjuk Gibran Maju Pilkada Solo 2020
TONTON JUGA :
Sebagai momentum awal pencalonan, lembaga survei Median pun melakukan penilaian terhadap tokoh yang maju di bursa calon Wali Kota Solo.
Berdasarkan hasil survei Median, nama Gibran Rakabuming Raka yang telah mendaftarkan diri maju dalam Pilkada Solo rupanya tidak berada pada posisi puncak.
"Ada lima tokoh yang meraih persentase tertinggi dari tingkat pengenalan. Pertama itu Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, dengan raihan 94,5 persen," papar Direktur Eksekutif Median Rico Marbun.
Nama Gibran Rakabuming berada di urutan kedua dengan dipilih sebanyak 82,3 persen.
Nama ketiga, yakni Teguh Prakoso yakni sebesar 50 persen.
Nama Teguh mengemuka karena oleh DPC PDIP Solo diajukan sebagai bakal calon wakil wali kota Solo mendampingi Achmad Purnomo.
Kemudian, nama keempat yang meraih persentase tinggi, yakni anggota DPRD Kota Solo Dinar Retna Indrasari, yakni sebesar 41,9 persen.
Dinar diketahui merupakan politikus PDIP.
• Maju ke Bursa Calon Wali Kota Solo 2020, Gibran Rakabuming Raka Disebut Punya 2 Modal Politik
• Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution Maju Pilkada 2020, Pengamat: Kekuasaan Itu Candu

Kelima, yakni Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara atau Paundrakarna.
Paundrakarna yang merupakan cucu Presiden Soekarno dan kerabat Mangkunegaran Solo itu meraih 40 persen.
Masih kalahnya elektabilitas Gibran Rakabuming jika dibandingkan dengan petahana itu memicu komentar dari mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.
Melalui laman Twitter-nya yang sudah terverifikasi, Fahri Hamzah tampak sinis dengan pencalonan Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo.
Menurut Fahri Hamzah, jika Gibran Rakabuming ingin maju di bidang politik, tahun yang pas adalah setelah 2024.
Keputusan Gibran Rakabuming untuk maju di bidang politik menurut Fahri Hamzah justru akan merusak reputasi Jokowi.
"Sebaiknya Gibran maju paling cepat setelah 2024....kalah atau menang di Solo akan merusak reputasi bapaknya...padahal harusnya reputasi presiden berakhir moncer...pada periode akhir," ungkap Fahri Hamzah dilansir TribunnewsBogor.com, Selasa (17/12/2019).
Setali tiga uang dengan Fahri Hamzah, Fadli Zon pun turut memberikan komentarnya terkait sosok Gibran Rakabuming.
Dalam laman media sosialnya yang sudah terverifikasi, Fadli Zon membandingkan keputusan Jokowi yang mengizinkan Gibran Rakabuming untuk maju di dunia politik dengan keluarga Soeharto.
Diakui Fadli Zon, di era kekuasannya, Soeharto tak pernah mengizinkan anak-anaknya mengikuti jejak sang ayah di Pilkada.
Dalam cuitannya itu, Fadli Zon pun menyinggung soal dinasti politik.
Tak hanya itu, Fadli Zon juga menyindir soal adanya politik aji mumpung.
Sebab menurut Fadli Zon, hal tersebut tak sehat untuk demokrasi bangsa.
"Di zaman Orde Baru saja, Pak Harto tak pernah izinkan anaknya ikut pilkada walau mekanismenya beda. Kalau namanya bukan “politik dinasti” ya “politik aji mumpung”. Tidak sehat bagi demokrasi," tulis Fadli Zon dalam cuitannya, Selasa (17/12/2019).
Alasan masyarakat dukung Gibran Rakabuming
Survei yang digelar Median menunjukkan, mayoritas pemilih Gibran Rakabuming Raka pada Pilkada Solo 2020 mendasarkan pilihannya atas faktor sosok Gibran yang dinilai mewakili kaum muda.
"Tiga alasan responden memilih Gibran adalah karena muda (27,3 persen), karena putra Jokowi (18,5 persen), dan karena melihat sosok Gibran ini sebagai pengusaha kreatif (13 persen)," ujar Rico Marbun.
Hasil survei juga menunjukkan, Gibran Rakabuming unggul di kalangan pemilih pemula, yakni pemilih berusia 17-19 tahun dan 20-29 tahun.
• Maju di Pilkada 2020, Gibran Ingin Bawa Kota Solo Melompat Lebih Maju di Segala Aspek
• Gibran Jajan Es Teh Pakai Plastik, Susi Pudjiastuti Minta Sumbang Gelas dan Sedotan Stainless

Responden berusia 17-19 tahun yang memilih Gibran Rakabuming sebanyak 40 persen.
Sementara responden yang berusia 20-29 tahun sebanyak 45,8 persen.
Merujuk pada hasil survei itu, Rico menilai, apabila Gibran Rakabuming ingin elektabilitasnya meningkat, harus ada inovasi program dan kompetensi yang
"Tidak cukup hanya dengan dianggap muda saja. Tidak cukup hanya dengan dianggap bahwa beliau ini putra Pak Jokowi. Dia harus adu gagasan," tegas Rico.
"Harus meyakinkan bahwa dia memang bisa mengantarkan Solo lebih baik ketimbang Pak Achmad Purnomo, atau lebih baik ketimbang ayahnya (Jokowi)," tambah dia.
Selain Gibran Rakabuming, nama yang memiliki elektabilitas tinggi pada Pilkada Solo yakni Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.
Berbeda dari Gibran Rakabuming, pemilih Achmad Purnomo dinilai cenderung rasional.
"Yang memilih petahana karena tiga faktor, pertama berpengalaman (42,5 persen), merakyat (8,3 persen), dan alasan belum ada calon lain (6,1 persen)," tutur Rico.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Fahri Hamzah Komentari Elektabilitas Gibran yang Kalah dari Petahana, Fadli Zon :Politik Aji Mumpung,