Sulteng Hari Ini

3 Kelompok Tani Kakao di Sulteng Kantongi Sertifikat Organik dari SNI, EUZ dan UTZ

Sertifikat organik itu diberikan Asisten Gubernur Sulteng Mulyono saat memperingati hari perkebunan ke-62 di Provinsi Sulawesi Tengah.

3 Kelompok Tani Kakao di Sulteng Kantongi Sertifikat Organik dari SNI, EUZ dan UTZ
DOK HUMAS PEMPROV SULTENG
Pemberian sertifikat organik kepada perwakilan kelompok tani kakao di Sulteng, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - 3 Kelompok Tani Kakao di Provinsi Sulawesi Tengah kantongi sertifikat organik.

Sertifikat organik yaitu SNI, EUZ dan UTZ itu sebagai pengakuan pasar atas produk kakao yang memenuhi standar nasional, Eropa maupun dunia.

"Sehingga dapat menjadi contoh dalam penerapan teknologinya serta memotivasi kelompok petani sekitar dan diharapkan secara langsung meningkatkan kesejahteraan," ungkap Asisten Gubernur Sulteng Bidang Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi H Mulyono, Jumat (20/12/2019).

Sertifikat organik itu diberikan Asisten Gubernur Sulteng Mulyono saat memperingati hari perkebunan ke-62 di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan pemberian sertifikat organik pada kelompok tani itu, diharap para petani di Sulawesi Tengah dapat lebih semangat.

Kakao sendiri telah menjadi komoditi andalan pengungkit ekonomi desa lewat program pengembangan desa organik berbasis perkebunan.

Teror Ular Juga Melanda Boyolali, 31 Ekor Kobra Tersisir di Sekitar Lingkungan Masjid

Sindikat Narkoba Buronan Polda yang Ditangkap di Medan Tiba di Kota Palu

Program itu sendiri sudah diterapkan di Desa Petimbe, Berdikari, Bahagia, Karunia dan Sintuvu, kelimanya di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

"Pada akhirnya akan menghasilkan produk perkebunan organik yang siap disertifikasi," jelas Mulyono.

Dari data dinas perkebunan, luas areal komoditi kakao Sulteng yakni 285.783 Hektar atau 17,23 persen dari total luas areal kakao nasional.

Tahun 2018 lalu, tercatat produksi kakao mencapai 125.473 Ton, dan bersama komoditi lain di subsektor perkebunan berhasil menyumbang 39,71 persen dari 27,73 persen kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan bagi PDRB Sulteng.

Adapun lanjut Mulyono, pekerjaan rumah bagi dinas perkebunan adalah memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani kebun sebab NTP subsektor perkebunan baru 85,72 persen.

"Untuk perkebunan harus bisa lebih dari 100 supaya petaninya sejahtera," pungkas Ia berharap.

Sementara Dirjen Perlindungan Perkebunan lewat Kasubdit Yudi Wahyudi mengatakan, sektor pertanian sukses menyumbang 34 persen PDB Nasional selain migas bahkan menyedot sampai 22,6 juta tenaga kerja.

Sejalan dengan tema hari perkebunan, mengembalikan kejayaan kakao menuju kakao organik maka pihak pusat menargetkan peningkatan ekspor pertanian hingga 3 kali lipat dan produksi 2 kali lipat di 23 provinsi dan 75 kabupaten.

Kakao lanjutnya masuk dalam 7 komoditi andalan subsektor perkebunan selain kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala dan vanili untuk diintensifkan dalam kerangka Program Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan (Grasida). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved