Saran Fahri Hamzah untuk Pimpinan KPK: Ganti Penyidik yang Kerja dengan Otot Cari yang Otak Kuat

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan saran kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dilantik Jumat (20/12/2019).

Facebook Trans7
Fahri Hamzah 

sehingga sebetulnya tidak jelas mau kemana, pakai apa, berapa lama, berapa biayanya dll.

Ditengah jalan sibuk sendiri tanpa hasil yang jelas dan menganggap korupsi seperti berburu!," tambahnya.

Ia juga mengatakan kalau koruptor itu tidak sepeti maling jemuran.

Sehingga harus dilakukan pendekatan sistemik untuk mengungkap dalangnya.

 

"Korupsi adalah kejahatan akal yang sistemik dalam negara. Korupsi itu bukan maling jemuran atau begal.

Korupsi adalah kejahatan kerah putih karena pelakonnya orang2 “berdasi”.

Maka, tanpa pendekatan sistemik yg ada hanya keributan menangkap pemain kelas teri seperti selama ini," tulisnya.

Ia pun berharap KPK yang baru tak hanya sekedar mengintip, tapi juga bisa melakukan audit.

"Secara khusus kita berharap @KPK_RI baru akan beralih dari “intip” yang sudah semakin sulit kepada “audit” yang kapabilitasnya sudah terpasang dalam lembaga negara lainnya seperti BPK dan BPKP.

Elliot Ness tidak bisa menangkap Al Capone pakai senjata tapi audit pajak," kata Fahri Hamzah lagi.

Kemudian Fahri Hamzah pun menyarankan KPK yang baru untuk mengganti semua penyidik yang pekeja pakai otot.

"Karena itu Pimpinan @KPK_RI yg baru harus mengganti semua penyidik yang selama ini bekerja pakai Otot.

Cari yg otaknya kuat.

Jago membaca laporan keuangan dan pajak.

Jago kolaborasi dgn @bpkri dan lembaga yang mengelola pendapatan negara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved