Ketua PBNU Beri Kritikan untuk Pemerintahan Jokowi: Negara Dikuasai Orang-orang yang Punya Duit

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

scmp.com
Presiden Joko Widodo menginginkan jumlah guru terampil yang lebih banyak dibandingkan guru normatif, khususnya di SMK. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan di Sawangan, Depok, Selasa (12/2/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Kyai Said menyebut Negara Republik Indonesia saat ini dikuasai oleh segelintir orang yang hanya punya duit.

"Sekarang ini yang korupsi triliyunan tenang-tenang saja. Kenapa? Negara ini sekarang sistem yang berjalan negara oligarch. Ini negara dikuasai oleh orang-orang yang punya duit. Atau didukung oleh orang-orang yang punya duit. Pak Jokowi tidak punya duit, Pak Jokowi tidak punya partai karena bukan ketua partai, tapi didukung yang punya duit dan punya partai," katanya.

Haul KH Anas Sirojudin ke-6 di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, dihadiri para tokoh termasuk tamu undangan dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
Haul KH Anas Sirojudin ke-6 di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, dihadiri para tokoh termasuk tamu undangan dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)

Selain itu, sejumlah tokoh agama seperti KH Cecep Abdullah Syahid (Pengasuh Pesantren Al Falah Cicalengka Bandung, Juara Qori Internasional), Muhammad Luthfi (Ketua DPRD Kabupaten Cirebon), KH Aziz Hakim (Ketua PCNU Kabupaten Cirebon) dan sekitar 10 ribuan jemaah yang hadir di acara Haul ke-6, KH Anas Sirojudin.

Haul digelar di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui pesantren ini dipimpin Pengasuh KH Imam Jazuli yang merupakan Alumni Universitas al-Azhar, Mesir, juga Alumnus Pesantren Lirboyo Kediri, Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid 6 Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Periode 2010-2015.

"Melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Bupati Cirebon, melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Gubernur Jawa Barat. Yang pegang kuasa adalah Oligarch, sekelompok kecil yang punya duit. Atau didukung orang yang punya duit, paham mboten?," kata Kyai Said dengan suara lantang di hadapan para jamaah haul.

Pimpinan Ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini menyatakan para Oligarch itu kebanyakan sudah kaya sejak jaman orde baru, hanya di jaman orde baru mereka kaya tapi tidak berpolitik karena politiknya Pak Harto dikuasai tentara. Yang bukan tentara tidak bisa berpolitik hanya mereka kaya saja.

"Nah sekarang di era reformasi bebas ini, uang yang dikumpulkan di era orde baru untuk kepentingan politik. Jadi jangan harap NU bisa menang selama NU tidak punya uang, jangan harap NU bisa berkuasa selama tidak punya uang atau didukung oleh orang yang punya uang," katanya.

PBNU Sebut Banyak Kiai yang Kecewa dengan Menteri Agama Pilihan Joko Widodo

Bersama Iriana, Presiden Joko Widodo Hadiri Pernikahan Putri Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli (kanan) bersama Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli (kanan) bersama Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)

Menurutnya, Indonesia sebenarnya berada dalam kondisi sangat berbahaya karena negara dikuasai oleh para Oligarch yakni dipimpin oleh sekelompok kecil yang punya uang, yang ashabul maal, kapital.

Halaman
123
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved