Sulteng Hari Ini

Baling-baling Kapal Bermuatan Alat Berat Rusak di Perairan Banggai saat menuju Pelabuhan Luwuk

Sebuah kapal bermuatan alat berat dan mobil rusak saat berlayar dari Pulau Salakan menuju Pelabuhan Luwuk, Rabu (15/1/2020) malam.

Baling-baling Kapal Bermuatan Alat Berat Rusak di Perairan Banggai saat menuju Pelabuhan Luwuk
DOK BASARNAS PALU
Proses evakuasi LCT Muara Indah Permai yang mengalami kerusakan di perairan Banggai oleh tim rescue, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI -- Sebuah kapal bermuatan alat berat dan mobil rusak saat berlayar dari Pulau Salakan menuju Pelabuhan Luwuk, Rabu (15/1/2020) malam.

Kapal tersebut dikabarkan mengalami kerusakan as propeller, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan karena baling-baling kapal tidak bisa berfungsi dengan normal.

Informasi itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas Palu, Kamis (16/1/2020) dini hari.

Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano langsung mengirimkan tim rescue ke lokasi kejadian di perairan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Video Detik-detik Evakuasi Penumpang KMP Theodora 2 yang Kandas di Perairan Banggai

33 Penumpang Kapal KM Citra Bahari 3 yang Terapung di Perairan Banggai Dievakuasi Tim SAR

Berdasarkan informasi, kapal yang mengalami kerusakan itu Kapal LCT Muara Indah Permai GT 119 gross ton (GT) dengan POB 8 orang.

"Pukul 02.50 WITA, KN SAR Bhisma tiba di lokasi dan menemukan LCT Muara Indah Permai, dan POB 8 orang dalam keadaan selamat," jelas Basrano, Kamis siang.

Mendapati kondisi kapal yang rusak, tim rescue mengevakuasi penumpang kapal dan melakukan pendampingan Kapal LCT Muara Indah Permai menuju Pelabuhan Luwuk.

Kedelapan POB dalam LCT Muara Indah Permai itu antara lain Oksi (Nahkoda), Ahmad Jurais (Mualim-I), Laode Ilamansyah (Masinis-Ii), Haris (Masinis-Iii), Sainuddin Kmm), Oktavianus Appa (Juru Mudi), Ali Hasyim (Juru Minyak), dan Rendy Novrianto Haerani (Juru Minyak).

Mesin Bermasalah, Kapal Berpenumpang 33 Orang Terapung 7 Jam di Perairan Banggai

Informasi yang diterima TribunPalu.com, kapal dengan kapasitas 119 GT itu memuat alat berat dan mobil berisi bahan bakar.

Alat berat dan mobil berisi bahan bakar itu milik salah satu perusahaan yang beroperasi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

"Kapal LCT Muara Indah Permai mengalami patah as propeler pada saat berlayar dari Salakan menuju luwuk," terangnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved