Usung Konsep 'Autonomous City,' Hanya Kendaraan Otonom dan Listrik yang Digunakan di Ibu Kota Baru

Jokowi menyebut hanya autonomous vehicle dan electric vehicle saja yang boleh digunakan di ibu kota baru.

https://www.setneg.go.id/
Presiden RI Joko Widodo memberikan tanggapan dan instruksi terkait banjir Jakarta 

TRIBUNPALU.COM - Ibu kota Indonesia akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan.

Kabar pemindahan ibu kota negara telah santer diberitakan sejak 2019 lalu.

Hingga kini, pemerintah telah mengumumkan konsep ibu kota baru yang ditargetkan mulai dibangun pada pertengahan tahun 2020 ini.

Kunjungan ke Kalimantan, Jokowi Pamerkan Lokasi Ibu Kota Baru: Pertengahan 2020 Mulai Dibangun

Melalui sayembara, 'Nagara Rimba Nusa' akhirnya dipilih sebagai konsep untuk ibu kota baru Indonesia.

Berangkat dari konsep tersebut, ibu kota baru ini akan dibangun dengan penuh unsur modernitas serta ramah lingkungan.

Berkaitan dengan rencana pembangunan ibu kota baru ini, Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan.

Salah satunya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Grand Ballroom, The Ritz Carlton, Pacifif Place Sudirman, Jakarta pada Kamis (16/1/2020).

Saat memberikan sambutannya, Jokowi sempat menyampaikan rencana pembangunan ibu kota baru ini.

Jokowi menegaskan bahwa pemindahan ibu kota bukanlah sekedar memindahkan gedung pemerintahan.

"Yang ingin kita pindahkan nanti adalah sebuah perubahan pola pikir, perubahan pola kerja, perubahan sistem yang semuanya akan baru. Kita akan meng-install sebuah sistem sehingga semua orang mengikuti sistem yang ada. Jangan berpikir sekali lagi bahwa kita ingin memindahkan lokasi atau memindahkan gedungnya, enggak. Tidak seperti itu," ungkap Jokowi yang dikutip dari laman setkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa ibu kota baru ini nantinya akan menerapkan konsep 'autonomous city.'

Berangkat dari konsep itu, ia menyebut hanya autonomous vehicle dan electric vehicle saja yang boleh digunakan di ibu kota baru.

"Sangat hijau, green city, smart city, compact city, autonomous city. Karena yang kita gunakan nanti autonomous vehicle dan electric vehicle di kota, selain itu enggak boleh," pungkas Presiden.

Sebagai informasi, autonomous vehicle merupakan kendaraan otonom atau kendaraan tanpa pengemudi.

Sementara electric vehicle ialah kendaraan listrik.

Gagasan untuk menggunakan autonomous vehicle sempat Jokowi sampaikan pada rapat terbatas guna membahas persiapan pembangunan ibu kota yang dilangsungkan pada Rabu (15/1/2020) lalu.

Kala itu, Jokowi meminta kepada jajarannya agar desain dan infrastruktur ibu kota baru dapat mendukung penggunaan kendaraan tersebut.

"Desainnya seperti apa tolong ini nantinya Pak Menteri Perhubungan dan Pak Menteri Riset berbicara mengenai ini, mengenai kesiapan karena infrastruktur kalau kita mau betul-betul siap betul, infrastrukturnya juga diarahkan kepada penggunaan electric vehicle dan autonomous vehicle," ujar Jokowi pada Rabu (15/1/2020).

Gelar Rapat Terbatas Soal Ibu Kota Baru, Jokowi: Kendaraan Umum Gunakan Autonomous Vehicle

Tinjau Lokasi Ibu Kota Baru, Mobil Rombongan Menteri Hampir Masuk ke Jurang

Presiden Joko Widodo berikan arahan terkait pembangunan ibu kota baru

Pada rapat terbatas guna membahas persiapan pembangunan ibu kota pada Rabu (15/1/2020), Jokowi memberikan sejumlah arahan terkait dengan pemindahan ibu kota negara.

Arahan itu mencakup masalah regulasi, anggaran, hingga desain dan infrastruktur dari ibu kota baru yang akan dibangun di Kalimantan itu.

Berikut adalah arahan Jokowi terkait pembangunan ibu kota baru yang dirangkum dari laman resmi Sekretariat Kabinet dan YouTube Sekretariat Presiden.

1. Penyelesaian masalah regulasi agar segera diberikan kepada DPR

Jokowi meminta kepada jajarannya untuk menyiapkan hal-hal terkait dengan legislagi serta regulasi pemindahan ibu kota baru yang menjadi dasar kekuatan hukum.

2. Pemindahan ibu kota diurus oleh Badan Otoritas Ibu Kota

Pemindahan ibu kota bukanlah perkara yang sederhana.

Joko Widodo menyampaikan bahwa pemindahan ibu kota tidak sekedar memindahkan kantor ke lokasi baru.

Atas dasar itulah pemerintah membentuk Badan Otoritas Ibu Kota.

Lembaga tersebut berwenang untuk mempersiapkan, membangun, hingga memproses pemindahan ibu kota.

3. Desain dan infrastruktur mendukung fasilitas autonomous vehicle

Jokowi berujar bahwa gagasan besar untuk desain ibu kota baru yang ada saat ini masih dapat berubah.

"Saya kira gagasan besar untuk desainnya sudah ada, tetapi juga desain ini adalah sebuah desain yang bisa diperbaiki dan bisa berubah sehingga saya harap nanti semuanya bisa memberikan masukan mengenai desain ini," ungkap Jokowi.

Pada kesempatan ini Jokowi juga menyampaikan bahwa di ibu kota baru ini nantinya akan digunakan fasilitas kendaraan umum berupa autonomous vehicle.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar desain hingga infrastrktur ibu kota ini dapat mendukung penggunaan fasilitas kendaraan tersebut.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Penajam Panser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Penajam Panser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). (Instagram.com/sekretariat.kabinet/)

4. 410.000 hektar lahan untuk pembangunan ibu kota baru

Dalam rangka pembangunan ibu kota baru, pemerintah menyiapkan sekira 410 ribu hektar lahan.

Dari luasan tersebut, sekira 250 ribu hektar ditujukan untuk pembangunan jangka pendek dan menengah.

"Kita tahu yang disiapkan sekarang 256.000 hektar dan plus untuk riset ada 410.000 hektar, totalnya. Yang akan kita gunakan adalah 56 hektar, itu di inti dan yang akan dimulai nantinya pada angka 5.000 hektar," tutur Jokowi.

Netizen Ramai-ramai Usulkan Nama untuk Ibu Kota Baru RI di Kaltim: Jokograd dan Saint Jokoburg?

5. Skema anggaran pembangunan ibu kota

Terkait dengan masalah skema anggaran pembangunan ibu kota, Jokowi menyampaikan bahwa infrastruktur dasar dan klaster pemerintahan yang mencakup istana dan gedung-gedung kementerian akan dikerjakan sendiri oleh pemerintah.

Selain hal itu, pemerintah membuka peluang untuk kerja sama investasi.

Jokowi menyampaikan bahwa dana yang harus dikeluarkan pemerintah dalam pembangunan ibu kota ini tidak akan melebihi angka 100 triliun rupiah.

6. Konsep 'Nagara Rimba Nusa'

Ibu Kota baru Indonesia akan dibangun dengan konsep 'Nagara Rimba Nusa.'

Jokowi berujar, konsep ini memiliki makna bahwa kita memiliki kewajiban untuk memperbaiki lingkungan menjadi lebih baik.

"Artinya, kita memiliki kewajiban untuk memperbaiki lingkungan yang kurang baik menjadi baik. Hutan yang rusak menjadi hutan yang kita rehabilitasi yang kita perbaiki. Hutan yang konservasi yang juga rusak juga kita perbaiki,” jelasnya.

Terkait hal itu, Jokowi meminta kepada Menteri LHK agar disiapkan 100 hektar lahan yang digunakan untuk nursery atau persemaian.

"Oleh sebab itu, saya juga sudah minta kepada Menteri LHK agar disiapkan kurang lebih 100 hektare untuk persiapan nursery, persiapan untuk persemaian, baik bibit-bibit yang berkaitan dengan mangrove atau tanaman-tanaman yang lain," imbuh Presiden.

Jokowi berharap, dalam 100 hektar lahan itu dapat disiapkan lebih dari 17 juta bibit tanaman.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved