Terkini Nasional

Pecat Helmy Yahya, Dewan Pengawas TVRI Sebut Tayangan Liga Inggris Tak Sesuai Jati Diri Bangsa

Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin mengatakan, TVRI semestinya memberikan tayangan edukatif yang memiliki nilai-nilai keindonesiaan.

Pecat Helmy Yahya, Dewan Pengawas TVRI Sebut Tayangan Liga Inggris Tak Sesuai Jati Diri Bangsa
TWITTER.COM/PREMIERLEAGUE
Para pemain Manchester City merayakan keberhasilan menjuarai Liga Inggris 2018-2019 usai mengalahkan Brighton & Hove Albion di Stadion Amex, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Dewan Pengawas TVRI mengatakan, tayangan Liga Inggris yang hak siarnya dibeli Helmy Yahya saat menjabat Direktur Utama tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin mengatakan, TVRI semestinya memberikan tayangan edukatif yang memiliki nilai-nilai keindonesiaan.

"Tupoksi TVRI sesuai visi misi TVRI adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa," ujar Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

"Prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris," kata Arief Hidayat Thamrin.

Selain Liga Inggris, ia menyinggung soal tayangan Discovery Channel.

Menurut Arief, masih banyak alternatif tayangan lain yang bisa disajikan TVRI kepada publik.

Helmy Yahya Dicopot dari Jabatan Direktur Utama TVRI, Tantowi Yahya: Stay Strong, Brother!

Dewan Pengawas TVRI Buka Suara Alasan Pecat Helmy Yahya, Rebranding Dianggap Tidak Sesuai Rencana

"Discovery Channel kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik," ujar Arief.

Dia menilai, banyak tayangan siaran asing di TVRI selama kepemimpinan Helmy Yahya.

Menurut Arief, hal ini disebabkan Helmy terlalu mengejar angka share dan rating. Helmy pun dianggap tak bekerja sesuai dengan visi dan misi TVRI.

Padahal, kata Arief, TVRI merupakan saluran televisi publik sehingga berbeda dengan swasta.

Halaman
123
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved