Virus Corona
Update Virus Corona: 213 Orang Dilaporkan Meninggal, Lebih dari 9.000 Kasus di Seluruh Dunia
Per Jumat (31/1/2020), secara keseluruhan, kasus virus corona yang terjadi di seluruh dunia telah mencapai angka 9 ribu kasus.
TRIBUNPALU.COM - Sejak awal tahun 2020 , publik dunia digegerkan dengan munculnya virus corona.
Kasus virus corona sendiri pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Wuhan, China.
Hingga kini, wabah virus corona telah menyebar ke sejumlah negara.
Berdasar laporan CGTN per Jumat (31/1/2020), secara keseluruhan, kasus virus corona yang terjadi di seluruh dunia telah mencapai angka 9 ribu kasus.
Dilaporkan setidaknya ada 9.692 kasus virus corona yang telah terkonfirmasi di China.
Korban meninggal sebanyak 213 jiwa
Wabah virus corona yang terjadi selama sekira satu bulan ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Hingga kini, tercatat ada 213 korban meninggal dunia akibat virus corona.
Di sisi lain, 171 orang telah dinyatakan sembuh dari wabah virus ini.
• WHO Nyatakan Wabah Virus Novel Corona Sebagai Darurat Kesehatan Global
Wabah virus corona telah menyebar hingga ke belasan negara
Hingga Jumat ini, dikabarkan bahwa wabah virus corona telah merebak hingga sejumlah negara di luar China.
Setidaknya ada 98 kasus virus corona yang terjadi di sejumlah negara, termasuk Thailand, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.
Berikut adalah daftar negara beserta rincian jumlah kasus virus corona yang terjadi.
- Australia : 9 kasus
- Kamboja : 1 kasus
- Kanada : 3 kasus
- China : 3.692 kasus
- Prancis : 6 kasus
- Finlandia : 1 kasus
- Jerman : 5 kasus
- India : 1 kasus
- Italia : 2 kasus
- Jepang : 14 kasus
- Malaysia : 8 kasus
- Nepal : 1 kasus
- Filipina : 1 kasus
- Singapura : 13 kasus
- Korea Selatan : 6 kasus
- Sri Lanka : 1 kasus
- Taiwan : 8 kasus
- Thailand : 14 kasus
- Amerika Serikat : 6 kasus
- Uni Emirat Arab (UAE) : 4 kasus
- Vietnam : 5 kasus
Catatan: Daftar negara beserta jumlah kasus virus corona dihimpun TribunPalu.com dari laman aljazeera.com

Virus corona merebak, WHO nyatakan status darurat kesehatan global
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (30/1/2020).
"For all of these reasons, I am declaring a public health emergency of international concern over the global outbreak of novel coronavirus
(Oleh sebab itu, saya menyatakan darurat kesehatan global atas wabah virus novel corona)," ungkap Tedros dikutip dari laman resmi WHO.
Dirjen WHO berujar bahwa hal utama yang mendasari dikelurkannya pernyataan tersebut bukanlah kasus virus corona yang terjadi di China.
Sebaliknya, pernyataan ini didasari atas apa yang terjadi di luar China.
Pasalnya, seperti yang diketahui, saat ini wabah virus corona sudah terjadi di sejumlah negara.
"Our greatest concern is the potential for the virus to spread to countries with weaker health systems, and which are ill-prepared to deal with it.
(Apa yang menjadi perhatian terbesar kami ialah potensi penyebaran virus (corona) ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, dan (negara-negara) yang tidak memiliki kesiapan untuk menghadapinya)," jelasnya.
Virus corona dapat menyebar melalui kontak antar-manusia atau human-to-human transmission
Tedros menjelaskan bahwa kebanyakan kasus virus corona yang terjadi di luar China dialami oleh mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan.
Tidak hanya itu, kasus virus corona juga dialami oleh mereka yang melakukan kontak dengan orang-orang yang memilki riwayat perjalanan ke Wuhan.
"We don’t know what sort of damage this virus could do if it were to spread in a country with a weaker health system.
(Kami tidak tahu bahaya seperti apa yang bisa terjadi akibat virus ini jika (wabahnya) menyebar sampai ke negara dengan sistem kesehatan yang lemah)," ungkap Tredos.
(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)