Virus Corona
Cerita Buruh Migran Ilegal di China; Kompak Saling Bantu hingga Kepedulian Sang Majikan ke ART-nya
Begini cerita buruh migran ilegal dari Indonesia yang berada di China: akui tak khawatir, kompak saling bantu hingga kepedulian sang majikan ke ARTnya
Meski dengan kondisi yang tidak nyaman, Winnie mengaku tak menuntut ingin pulang karena masih bersyukur memiliki kesempatan untuk bekerja.
"Tapi bagi saya, kalau masih sehat dan ada kesempatan bekerja, kenapa harus pulang," tuturnya.
• Cerita Orang Pertama Didiagnosa Virus Corona yang Sembuh:Memaksa Diri untuk Makan,Alami Demam Tinggi
Buruh migran Indonesia terinfeksi virus corona di Singapura
Merujuk data Badan Pusat Statistik tahun 2017, buruh migran Indonesia di China mencapai 900.000 orang atau 10% dari sembilan juta WNI yang bekerja di luar negeri.
Belum satupun dari mereka dilaporkan terjangkit virus corona hingga berita ini diturunkan.
Namun pada Selasa (4/2/2020), pemerintah Singapura memastikan satu buruh migran Indonesia di negara itu secara medis tertular virus tersebut.
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) terkonfirmasi positif terjangkit virus corona di Singapura.
• UPDATE Wabah Virus Corona: 757 Orang Dinyatakan Sembuh, Sementara Korban Meninggal 492 Orang
Hal ini diungkapkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Singapura, Selasa (4/2/2020).
"Total sudah 24 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Singapura dengan 6 kasus yang dikonfirmasi hari ini," tulis keterangan resmi dilansir kemlu.go.id.
Dari 24 kasus virus corona di Singapura, rinciannya adalah :
- 16 merupakan WN RRT yang datang dari Wuhan;
- 2 WN Singapura yang kembali dari Wuhan;
- 5 WN Singapura tanpa riwayat ke RRT belakangan ini;
- 1 WN Indonesia yang merupakan pekerja rumah tangga.
Dari laporan tersebut, diketahui majikan tempat WNI tersebut bekerja telah terlebih dahulu dinyatakan positif terkana virus corona.
Sementara itu, enam kasus terbaru hari ini merupakan kasus pertama transmisi virus corona human-to-human di Singapura.
Karena diketahui, keenam orang tersebut tidak memiliki riwayat berpergian ke China.
Dilansir artikel Kompas.tv, Ministry of Health Singapura atau Kementerian Singapura mengumumkan kasus virus corona ke-21 di Singapura menimpa WNI berusia 44 tahun yang bekerja sebagai pekerja migran.
WNI tersebut diduga tertular virus dari majikannya yang tinggal di Jalan Bukit Merah.