UPDATE Wabah Virus Corona: 757 Orang Dinyatakan Sembuh, Sementara Korban Meninggal 492 Orang
Pada Rabu (5/2/2020) pagi ini, jumlah kematian akibat virus corona di China - semuanya terjadi di Provinsi Hubei -, bertambah 65 orang.
"Aku berharap mereka sembuh. Hatiku bersedih untuk semua warga Tiongkok," komentar netizen berakun @ilex2010me.
"Sangat menyedihkan. Aku berharap mereka sembuh. Semoga Tuhan memberkati," imbuh pemilik akun @Domisahn.
Sementara itu, netizen lainnya memilih untuk menangis momen memilukan ini.
Tetapi di sisi lain, mereka juga senang karena pasangan ini masih bisa menghabiskan waktu bersama sebelum mengucap perpisahan.
Wabah Virus Corona Bakal Dinyatakan oleh Ilmuwan sebagai Pandemi, Apa Artinya?
Para ilmuwan dan pakar penyakit dan kesehatan mengatakan, virus corona Wuhan tak lama lagi bakal dinyatakan sebagai pandemi.
Berdasarkan data update di situs worldometers.info, hingga Selasa (4/2/2020) siang hari ini, jumlah kasus terinfeksi virus corona mencapai 20.629, di mana sekitar 14 persen-nya atau 2.790 orang berada dalam kondisi kritis.
Sementara, ada 427 orang tewas, dan sebanyak 658 orang sudah sembuh.
Pekan lalu, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan status darurat kesehatan publik internasional terkait merebaknya wabah virus corona.
Namun, ketika disebut sebagai pandemi, itu berarti virus corona telah mencapai level baru.
Sebab, istilah pandemi mengacu pada penyebaran wabah penyakit yang lebih mengglobal.

Mengutip laman This is Insider, ilmuwan yang menyebut virus corona kemungkinan besar bakal dinyatakan sebagai pandemi adalah Dr. Anthony Fauci.
Dr. Anthony Fauci merupakan direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease, atau Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi di Amerika Serikat.
"Virus corona ini sangat-sangat mudah menular, dan hampir bisa dipastikan akan menjadi pandemi," kata Dr. Anthony Fauci kepada New York Times, Minggu (2/2/2020).
Menurut sejumlah badan kesehatan di dunia, ada beberapa kriteria bagi sebuah virus untuk dinyatakan sebagai pandemi:
1. WHO mendefinisikan pandemi sebagai 'penyakit baru yang menyebar ke seluruh dunia.'
2. Penyakit pandemi akan menyebar lintas 'beberapa negara atau benua, biasanya menjangkiti sejumlah besar manusia,' menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di AS (CDC).
3. Suatu wabah virus dapat dinyatakan sebagai pandemi apabila itu 'sangat jelas berbeda dari galur virus yang ada saat ini' dan jika 'manusia hanya punya sedikit atau sama sekali tidak punya imunitas terhadapnya', menurut Badan Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris (Health and Safety Executive atau HSE).
4. Sebuah penyakit menjadi pandemi ketika itu bisa menginfeksi banyak orang di area yang luas, ditularkan antar-manusia, dan menyebabkan penyakit klinis, menurut HSE.
• Mematahkan 10 Mitos tentang Virus Corona Menurut WHO, termasuk Soal Keampuhan Vaksin Pneumonia
• Kaitkan Virus Corona dengan Tulisan di Buku Iqra, Istri Ketiga Opick Unggah Permintaan Maaf
• Ilmuwan China Temukan Kemungkinan Baru, Virus Corona Bisa Menular Lewat Feses
• Dilihat dari Angka Kematian, Ketua IDI Sebut Virus Corona Tidak Lebih Ganas dari SARS dan Flu Burung
• Peneliti di China Rilis Hasil Rontgen Paru-paru Pasien Virus Corona, Kondisi Memburuk dalam 3 Hari
Sebaliknya, epidemi mengacu pada wabah yang merebak di suatu daerah tertentu atau lebih terlokalisasi, bukan menyebar secara global.
Sejauh ini, sejumlah badan kesehatan masih mendefinisikan virus corona 2019-nCoV sebagai epidemi.
CDC mengatakan, epidemi merupakan 'suatu peningkatan yang seringkali mendadak dalam jumlah kasus suatu penyakit melebihi perkiraan normal dalam populasi di area tertentu.'
Masih dalam konteks yang sama, WHO mendefinisikan epidemi sebagai 'peristiwa kasus penyakit, perilaku khusus yang terkait kesehatan, atau kejadian lain yang berkaitan dengan kesehatan di dalam sebuah komunitas atau wilayah yang melebihi ekspektasi atau perkiraan normal.'
Sementara itu, mantan direktur CDC, Dr. Thomas Frieden mengatakan, virus corona 'semakin lama hampir semakin sulit untuk dibendung.'
Ia menambahkan, "Artinya, virus corona baru akan semakin luas menyebar seperti flu atau organisme lainnya, tetapi kita masih belum tahu seberapa jauh, luas, atau mematikan virus tersebut."
Pakar penyakit infeksi di St. Jude Children's Research Hospital, Robert Webster, mengatakan kepada Associated Press, Minggu (2/2/2020):
"Virus corona kedengarannya dan tampaknya akan menjadi virus yang sangat mudah menular."
Sejak kasus pertamanya dilaporkan pada Desember 2019 lalu, virus corona juga telah menyebar ke lebih dari 24 negara di dunia.
Dari 427 orang yang tewas akibat virus Corona, satu korban tewas berasal dari Filipina.
Korban tewas di Filipina tersebut merupakan korban tewas pertama yang berada di luar wilayah China.
(TribunPalu.com/Rizki A.)