Penggal Ratusan Kepala Manusia, Algojo ISIS Ini Mengaku dapat Imbalan Uang Rp 172 Juta Per Kepala
Algojo ISIS ini mengaku telah memenggal lebih dari 100 kepala manusia, per kepala dibayar Rp 172 juta.
TRIBUNPALU.COM - Algojo ISIS ini mengaku telah memenggal lebih dari 100 kepala manusia, per kepala dibayar Rp 172 juta.
ISIS lagi-lagi menjadi pembicaraan lantaran adanya perdebatan tentang rencananya pemulangan WNI yang terpapar gerakan radikal tersebut.
Hingga kini memang gerakan radikal ISIS masih tetap eksis di Timur Tengah.
Salah satunya buktinya adalah sebuah video yang menggambarkan pemenggalan kepala oleh kelompok ISIS tersebut.
Dalam suatu kesempatan ternyata sosok pemenggal kepala ISIS tersebut membuat sebuah pengakuan.
• ISIS Konfirmasi Tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi dan Umumkan Pemimpin Baru
• Cerita di Balik Penyerbuan Pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, Diawali Tes DNA Celana Dalam
Dilansir oleh Dailystar, dia adalah pejuang ISIS kelahiran Belgia, Anouar Haddouchi, dijuluki 'algojo Raqqa'.
Julukan tersebut didapatkannya karena telah memotong lebih dari 100 kepala manusia.
Selama melakukan pemenggalan dia mengaku telah mendapatkan komisi hingga 10.000 poundsterling atau sekitar Rp172 juta per kepala.
Menurut keterangan Het Laatste Nieuws, Haddouchi ditangkap ketika bersama istrinya Julie Maes oleh pasukan milisi Kurdi di Suriah.
Pasangan itu ditangkap, setelah pertempuran untuk kubu ISIS terakhir di Baghouz.
Het Laastste mengatakan belum diketahui apakah Haddouchi akan diadili di Suriah, Belgia, atau Prancis karena diduga terlibat dalam serangan di Brussels dan Prancis.
Jika kemungkinan diadili di Irak, tersangka mungkin akan mendapatkan hukuman mati.

Pria 35 tahun itu, berbasis di Birmingham Inggris sampai 4 tahun sebelum pindah ke Suriah dan berperan sebagai algojo ISIS.
Selama kariernya sebagai algojo dia mengaku telah memenggal lebih dari 100 kepala di alun-alun pasar pusat kota di Raqqa.
Menurut BBC, Haddouchi dan istrinya bergabung dengan ISIS pada September 2014.