Viral Media Sosial
Polisi Gendong Penumpang Busway yang Terkena Serangan Jantung untuk Dibawa ke Rumah Sakit
Seorang anggota Polri Sat Lantas Jakarta Barat membantu penumpang busway yang terkena serangan jantung.
TRIBUNPALU.COM - Sebagai makhluk sosial kita mempunyai naluri untuk membantu orang lain saat berada di dalam kesulitan.
Hal ini dilakukan pula oleh salah seorang anggota Polri Satlantas Jakarta Barat.
Polisi tersebut terlihat membantu seorang penumpang busway yang tengah mengalami serangan jantung.
Untuk mengevakuasi korban, polisi tersebut bahkan rela menggendongnya untuk diantarkan ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta Barat.
Aksi polisi ini diketahui dari unggahan video di akun Twitter @TMCPoldaMetro.
"10.06 Polri Sat Lantas Jakbar membantu penumpang Busway bernama bpk David yg mengalami serangan Jantung mendadak di sekitar halte busway Rs. Harapan Kita Jakbar, dan dibawa ke UGD RS. Harapan Kita Jakbar," tulis akun Twitter @TMCPoldaMetro.
• Viral Foto Motor Dinas Jadi Ganjal Truk Kontainer yang Alami Rem Blong, Warganet Puji Aksi Polisi
Dari ucapan perekam video tersebut diketahui polisi tersebut bernama Sigit.
"Pak Sigit membantu penumpang busway yang sedang sakit jantung digendong ke arah Rumah Sakit Harapan Kita Cigantung," ujar seseorang yang merekam aksi tersebut.

Unggahan video polisi ini pun mendapatkan berbagai respon positif dari warganet.
"Mantap Polri," tulis akun @Juhri82736209.
"Thanks officer," tulis akun @tasyabrinas.
"Nice," tulis akun andriafaura.
• Polisi Pademangan Raih Penghargaan Usai Selamatkan Balita yang Kejang-kejang

Hingga berita ini diturunkan video di akun Twitter tersebut telah mendapatkan 360 like dan 124 retweet.
Polisi Bantu Ibu Hamil yang Akan Melahiran
Satu tindakan heroik lainnya yang dilakukan polisi juga pernah viral, yakni membantu seorang ibu hamil yang hendak melahirkan saat terjebak macet di Lembang, Jawa Barat.
Syerin Saptarina dan suaminya Gilang tak hentinya mengucap syukur berkat bantuan polisi anak mereka dapat dilahirkan dengan selamat.
Syerin mendadak merasakan kontraksi dan akan melahirkan di tengah kemacetan panjang wisata Lembang, Sabtu (28/12/2019).
Saat akhir pekan maupun liburan, kawasan wisata Lembang memang tak pernah lepas dari kemacetan.
Di tengah kemacetan itu, ada ibu muda bernama Syerin Saptarina yang hendak melahirkan, Sabtu (28/12/2019) sore.
Panik, khawatir, jelas dirasakan suami Syerin bernama Gilang, yang melihat istrinya sudah menahan sakit untuk melahikan.
• Video Viral, Polisi Ini Sedang Jaga Kotak Suara Pemilu 2019 Sambil Momong Anak, Kisahnya Mengharukan

Berbagai upaya pun dilakukan Gilang untuk menerobos kemacetan itu. Namun, upayanya tetap gagal karena pada saat itu kendaraan sedang padat.
Di tengah kepanikan itu, empat anggota Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Cimahi yakni Briptu Muhammad Fajar Sidiq, Brigadir Andi, Aiptu Teddy, dan Brigadir Daday, datang membantu dan melakukan evakusai Syerin yang hendak melahirkan.
Dikutip dari Kompas TV, dengan menggunakan mobil patroli, di tengah kemacetan kawasan Lembang, petugas Satlantas Polres Cimahi berjuang menerobos lalu lintas, agar ibu yang akan melahirkan bisa sampai ke rumah sakit lebih cepat.
Sebelum mendapat pertolongan dari polisi, ibu yang tengah hamil itu dipindahkan dari sebuah mobil yang tengah berupaya menembus kemacetan.
Setelah melahirkan di Rumah Sakit Avisena, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu malam, ibu dan bayi yang mendapatkan pengawalan dari anggota Satlantas Polres Cimahi saat menerobos kemacetan, dalam kondisi baik.
Gilang, suami Syerin mengatakan, saat itu istrinya sedang kontrol kehamilan di Lembang. Namun bidan merujuk Syerin ke Rumah Sakit Avisena.
"Prediksi dokter, 9 Januari 2020 melahirkan, saat istri saya cuti di bawa ke Lembang perkiraannya masih lama, tahu-tahu di luar dugaan sudah bukaan dan sampai rumah sakit selang beberapa jam di antar bapak polisi sudah lahiran, sampai di rumah sakit pukul 18.00 WIB, dua jam kemudian lahiran," katanya dikutip dari Kompas TV.
Dirlantas Polda Jabar Kombers Eddy Djunaedi mengatakan, kerja keras anggota yang peduli terhadap masyarakat yang memerlukan kebutuhan tentunya kita harus menghargai itu.
• Mobilnya Kena Tilang Elektronik, Brigjen Pol Krisna Murti: Saya yang Polisi Aja Kena Tilang Nrimo
"Saya salut pada anggota yang sedang melakukan tindak-tindakan itu," katanya dikutip dari Kompas TV.
Sementara itu, dikutip dari TribunJabar.id, Briptu Muhammad Fajar Sidiq, salah satu anggota Satlantas Polres Cimahi, yang ikut membantu ibu hamil saat akan melahirkan terjebak kemacetan mengatakan, saat itu sekitar pukul 16.00 WIB di Saung Pengkolan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mereka yang sedang bertugas didatangi seorang warga.
Di mana warga tersebut meminta bantuan evakuasi, karena ada seorang ibu yang mau melahirkan terjecak macet.
"Sedang mengatur jalan di Saung Pengkolan. Setelah one way sedang normalisasi jalur, ada warga yang melapor ada yang mau melahirkan," katanya melalui telepon dikutip dari TribunJabar.id.
Mendapat adanya laporan itu, sambungnya, mereka pun kemudian melihat kondisi si ibu.
"Keadaan macet. Kami lapor ke atasan, lalu disuruh mengawal berdua dengan anggota lainnya," ujarnya.
Di tengah kemacetan itu, para polisi tersebut mengawal ibu yang mau melahirkan dengan menggunakan mobil patroli hingga menuju rumah sakit.
"Pas dievakuasi alhamdulillah sehat, jadi belum melahirkan (saat tiba di rumah sakit)," ujarnya
Polisi Bantu Ibu Melahirkan di Jalan
Aksi heroik lain juga ditunjukkan oleh seorang perwira polisi bernama Ipda BJ Handoko karena berani menolong ibu muda yang hendak melahirkan di tengah hutan.
Hanya dengan bermodalkan selembar kain, Ipda BJ Handoko yang merupakan Kanit Binmas Polsek Gondang ini membantu proses persalinan Astri Sulistyoningsih (31).
Astri Sulistyoningsih tengah dalam perjalanan menuju ke puskesmas ketika tak mampu lagi menahan hasrat hendak melahirkan.
Ia pun terpaksa melahirkan di tengah hutan.
Tepatnya, di kawasan hutan RPH Sugihan BKPH Tretes KPH Bojonegoro, turut Dusun Betek, Desa/Kecamatan Gondang, Jumat (6/12/2019).
Ipda BJ Handoko pun menceritakan detik-detik dirinya berani menolong proses persalinan Astri.
Ipda BJ Handoko mengatakan setelah melaksanakan kegiatan sapa pagi di Pertigaan Betek, kemudian kembali ke Polsek Gondang untuk melaksanakan apel pagi.

Saat tiba di titik lokasi, seorang wanita terlihat terkulai lemah.
Ternyata, wanita yang diketahui bernama Astri Sulistyoningsih (32), warga desa setempat itu melahirkan.
Melihat kondisi perempuan melahirkan, membuat perwira pertama itu bergegas melakukan pertolongan secara diskresi.
Sebab, kondisi kepala jabang bayi sudah keluar sehingga membutuhkan penanganan darurat.
Ternyata, wanita yang diketahui bernama Astri Sulistyoningsih (32), warga desa setempat itu melahirkan.
"Warga banyak yang tahu kondisi ibu melahirkan, tapi tidak berani menolong. Akhirnya saya beranikan untuk menolong," kata Ipda BJ Handoko, dikutip TribunMataram.com dari TribunJatim.com.
Dia menjelaskan, kepala bayi yang keluar tersebut kemudian dipegangi sambil menunggu kedatangan bidan Puskesmas Gondang, untuk dilakukan pertolongan lebih lanjut.
Ditambahkannya, jika tugas polisi tidak hanya memberikan pengamanan kepada masyarakat, tapi juga harus bisa membantu warga dalam kondisi darurat.
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk cepat tanggap saat ada kondisi darurat semacam ini. Apalagi ini kaitannya dengan nyawa," tutur Ipda BJ Handoko.
Saat ini, Astri masih dirawat di Puskesmas Kecamatan Gondang, sedangkan bayinya dirujuk ke RSUD Bojonegoro Dr R Sosodoro Djatikoesoemo, karena lahir dalam kondisi premature.
Suami dari Astri, Yuliono menyatakan, terima kasih atas pertolongan polisi terhadap istrinya yang saat itu melahirkan di tengah hutan.
Memang istrinya sudah dianjurkan untuk membawa ke Puskesmas, karena kemungkinan sudah hamil tua.
"Ya mungkin saat di jalan itu sudah tidak bisa ditahan, akhirnya si bayi lahir. Saya terima kasih kepada polisi yang sudah menolong," tandas Yuliono.
(TribunPalu.com)