Megawati Sindir Soal Anak yang Dipaksa Maju Pemilihan, Gibran Rakabuming Raka: Tidak Ada Paksaan
Gibran Rakabuming Raka menanggapi pidato Megawati di sela kegiatannya blusukan di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (20/2/2020) sore.
TRIBUNPALU.COM - Gibran Rakabuming ikut tanggapi pidato Megawati Soekarnoputri sindir anak yang dipaksakan ikut Pilkada.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengemukakan pandangannya soal perubahan dalam perpolitikan Indonesia.
Pandangan ini ia utarakan saat memberikan sambutan dihadapan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).
"Satu, 2024 akan terjadi regenerasi. Benar, kita kita ini sudah fading away. Yang musti maju itu yang didorong itu anak anak muda," ujar Megawati seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyindir anak-anak muda tak berpotensi yang dipaksakan untuk maju ke pemilihan.
Bahkan, ia sampai merasa jengkel dengan hal tersebut.
"Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak tidak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo," tutur Megawati.
• KPK Hentikan 36 Perkara yang Sudah Masuk Tahap Penyelidikan Tanpa Sepengetahuan Dewan Pengawas
• Umroh dan Lihat Kakbah dari Lantai 90, Nina Zatulini: Buat Apa Manusia Sombong dan Merasa Hebat?
• Bukan Roy Marten, Ini Orang Pertama yang Diberi Tahu Gading Bahwa Dirinya akan Cerai dengan Gisel

Seperti diketahui, politik dinasti memang sudah sering terjadi di Indonesia.
Tak cuma anak, anggota keluarga yang lain jug bisa saja meneruskan dinasti politik tersebut.
Megawati menjelaskan bisa jadi istri hingga keponakan.
"Kalau tidak anakne, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, loh nanti pasti ada yang bilang, loh Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan," tuturnya.
Ia lalu mengatakan bahwa hal berbeda terjadi pada anak-anaknya.
Megawati menyebut anak-anaknya mengikuti hal yang jadi kemauan mereka.
Ia menyontohkan putrinya, Puan Maharani, yang kini jadi Ketua DPR RI.
Megawati merasa tidak pernah mengangkat-angkat putrinya tersebut.
"Mana mungkin, memang suaranya gede. Tidak ada yang bisa nahan. Begitu. Janganlah.. yang namanya sudah. Mabok saya dengarnya," imbuh dia.
Megawati memastikan PDIP akan memberikan peluang seluas-seluasnya kepada anak muda yang memiliki kompetensi untuk maju.
Namun, bukan karena faktor kedekatan, melainkan karena faktor kemampuan.
• Siswa SMPN 1 Turi Sleman Terseret Arus saat Susur Sungai, Ini Tindakan Gubernur DIY dan Kata Pakar
• Evan Sanders Duga Hal Ini Penyebab Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, Bukan Serangan Jantung atau GERD
Gibran Rakabuming Raka, bakal calon Wali Kota Surakarta turut mengomentari pidato yang disampaikan Megawati Soekarnoputri tersebut.
Putra sulung Presiden Jokowi ini menanggapi pidato Megawati di sela kegiatannya blusukan di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (20/2/2020) sore.
Gibran menilai dirinya bukan anak kader yang dimaksud oleh Megawati.
Sejak awal Gibran masuk politik, tanpa ada paksaan dari siapa pun, termasuk dari ayahnya Presiden Joko Widodo.
Gibran mengatakan jika Megawati mengetahui apa yang menjadi kegiatannya menjelang pembacaan rekomendasi.
"Saya nggak dipaksa, keinginan sendiri. Tidak ada paksaan," kata Gibran saat ditemui di kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (20/2/2020).
Saat pembacaan rekomendasi Pilkada 2020 kemarin, Megawati memang meminta agar kadernya tidak memaksa anak-anak mereka untuk berpolitik maju dalam pilkada apabila dirasa tidak mampu.
Pidato Megawati tersebut memang menyentil karena saat ini banyak orang yang dinilai memanfaatkan situasi.
Banyak yang sebenarnya belum mampu, namun dipaksa tampil dalam pilkada. Hasilnya banyak yang mengecewakan walau hal tersebut tak menyurutkan niat berpolitik dari anak-anak politisi Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Megawati Sindir Anak yang Dipaksakan Ikut Pemilihan, Gibran: Saya Gak Dipaksa, Keinginan Sendiri