Cerita Pilu Putra Sulung Amrozi Pelaku Bom Bali I, Merasa Seperti Sampah dan Sulit Cari Pekerjaan

Kisah putra Amrozi pelaku Bom Bali 1, merasa seperti 'sampah', nyaris ikuti jejak sang ayah, tapi teringat anak.

BBC Indonesia
Zulia Mahendra dan putranya 

"Jangan sampai anak saya bernasib sama seperti saya.

Dari apa yang saya jalani, itu sungguh sangat sangat berat.

Orang-orang di seputar saya mengucilkan dan saya gak mau nantinya anak saya bernasib sama seperti saya.

Saya berusaha mengembalikan agar bisa diterima lagi."

"Kalau keluar rumah, saya peluk anak.

Andaikan saya melakukan hal seperti bapak, anak saya ini peluk siapa?… Itu yang membuat saya sadar.

Kuasa Allah," tambahnya lagi.

Tolak Pemulangan WNI eks ISIS, Ibu Korban Bom di Samarinda: Kalau Mereka Kembali, Agak Menyakitkan

Sebagian Besar Tersangka Bom di Mapolrestabes Medan Tak Mau Ucapkan Pancasila dan Indonesia Raya

 

Di awal pertemuan dengan Garil serta ibunya Endang Isnanik, Hendra menyampaikan permintaan maaf atas tindakan ayahnya yang menurutnya ikut ia "tanggung sebagai beban".

"Ibu dan Garil, saya anak dari pelaku Bom Bali 1, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, mewakili keluarga.

Saya juga korban, adik korban, cuma bedanya, ayah saya terlibat di kejadian itu," kata Hendra mengawali pertemuannya.

Ia menyebut dirinya juga sebagai "korban" karena tidak mengetahui apa-apa terkait rencana dan tindakan bapaknya dalam tindak terorisme itu.

"Jujur, saya juga sebagai korban, saya gak tau apa-apa. Saya diacuhkan sama orang-orang, gak dianggap sama orang.

Pontang panting di jalan.

Cari kerja juga gak bisa.

Saya juga korban.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved