Virus Corona
Deretan Mitos Tentang Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya Lagi, Pemakaian Masker hingga Dampak
Berikut deretan tentang mitos virus corona yang tidak perlu dipercaya lagi.
KOMPAS.com - Wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia. Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengonfirmasi dua kasus Covid-19 baru di Indonesia.
Seiring dengan pemberitaan tersebut, aneka kabar burung menyebar luas di dunia maya.
Sayangnya, banjir informasi tanpa henti ini kadang sulit untuk memisahkan antara fakta dan mitos.
Berikut adalah 11 mitos atau rumor yang salah terkait wabah Covid-19 dan sebenarnya bisa berbahaya, seperti dilansir Live Science, Sabtu (29/3/2020).
• Virus Corona di Indonesia, Pakar: Yang Penting Koordinasi, Lepas Baju Partai Masing-masing
• Singapura Terapkan 5 Langkah Cegah Penyebaran Virus Corona, termasuk Bagi-bagi Masker Gratis
• Termasuk WN Jepang yang Pulang dari Indonesia, Malaysia Masih 7 Pasien Positif Corona dari 29 Kasus
1. Mitos: Masker wajah dapat melindungi diri dari virus
Penting diketahui, masker bedah standar tidak dapat melindungi diri dari SARS-CoV-2. Pasalnya, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah.
Namun, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut.
Ini artinya, tidak semua orang perlu mengenakan masker.
Dilansir dari laman Forbes, spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa mengatakan bahwa orang sehat tidak membutuhkan masker wajah jenis apapun.
"Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi diri dari virus," kata Perencevich.
Perencevich pun mengatakan, pemakaian masker yang salah seperti sering menyentuh wajah saat memakai masker dapat meningkatkan risiko infeksi.
Padahal, virus corona ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara.
2. Mitos: Kecil kemungkinan kena virus SARS-CoV-2
Belum tentu. Para ilmuwan telah menghitung angka reproduksi dasar atau disebut R0 (diucapkan R-nol).
R0 memprediksi jumlah orang yang dapat tertular virus dari satu orang yang terinfeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-virus-shutterstock.jpg)