Minggu, 10 Mei 2026

Pria asal China Ungkap Rahasia Sembuh dari Virus Corona, Lakukan Ini Selama 25 Hari Berturut-turut

Pria asal China ini mengungkap rahasianya bisa sembuh dari virus corona, ternyata lakukan hal ini selama 25 hari.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Xinhua via SCMP
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. 

Pria asal China ini mengungkap rahasianya bisa sembuh dari virus corona, ternyata lakukan hal ini selama 25 hari.

TRIBUNPALU.COM - Pria asal China ini mengungkap rahasianya bisa sembuh dari virus corona, ternyata lakukan ini selama 25 hari.

Virus corona kini menjadi wabah yang menakutkan bagi banyak orang.

Dilansir oleh Worldmeters.info, hingga Selasa (3/3/2020), sudah tercatat 92.275 kasus terinfeksi virus corona ini.

Sementara ini sudah ada 3.130 orang yang meninggal dunia dan 48.448 orang yang berhasil sembuh.

Meskipun angka penyebaran virus corona ini sangat tinggi, namun masih ada harapan untuk sembuh jika sudah terjangkit.

Seperti pria berusia 49 tahun ini yang berhasil sembuh setelah terjangkit virus corona.

Meskipun banyak yang kaget dengan kasus penyembuhannya, namun pengalaman pria ini bisa menjadi harapan bagi banyak orang yang sudah terinfeksi virus corona ini.

Apa yang dilakukan pria ini hingga bisa sembuh dari virus mematikan ini?

Berikut kisah dan kronologis Chen pria asal China yang bisa sembuh dari Virus Corona.

Terjangkit Awal Januari

Seperti disitir dari laman China Press, seorang pria bernama Chen pada awal Januari 2020 lalu terjangkit gejala Virus Corona.

Chen seperti diberitakan terjangkit dan tak ada harapan untuk sembuh pasca mengunjungi Wuhan China pada Oktober 2019 lalu.

Sebab, setelah dia kembali tempat asalnya, Chen merasakan mulai batuk dan demam pada 2 Januari 2020.

Bahkan, ketakutannya menjadi kenyatakan, ketika demam, disertai batuk dan dada sesak itu disebab Virus Corona oleh pihak Rumah Sakit Rakya Kedua Pingxiang.

Apalagi setelah itu, Chen mengaku seperti mau mati saja, karena demam panas luar biasa berlangsung selama enam hari.

Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. (EPA-Efe/STR)

Meminum 25 Liter Air Setiap Hari

Karena tenggorokan yang kering dan tampak kekurangan carian, Chen mencoba melawannya.

Selanjutnya Chen kemudian memutuskan untuk meminum 25 liter air demi menghilangkan rasa kering di tenggorokan.

Meski terus mengalami demam dan membuat tubuhnya seperti kekurangan cairan akibat Virus Corona,

Chen tetap meminum 25 liter air sehari.

Sembari dia terus berdoa agar bisa sembuh dari bahaya Virus Corona.

Ilustrasi minum air putih.
Ilustrasi minum air putih. (Wavebreakmedia Ltd)

Mukjizat Chen Sembuh

Setelah senantian terus berharap, berdoa dan berusaha Chen sembuh seperti dia kala dari ancaman Virus Corona.

Tubuhnya kembali sehat dan kuat setelah selama 25 hari menimum 25 liter air perhari.

Selanjutnya Chen kemudian melakukan tes dan dia dinyatakan bebas dari Virus Corona.

"Setelah keluar dari RS aku baik-baik saja dan tak lagi demam seperti biasanya," ujarnya.

Chen pun merayakan kesembuhannya dengan memberikan karangan bunga karena terbebas dari Virus Corona.

Dia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh staf media yang turut membantu kesembuhannya dan terbebas dari Virus Corona.

Rahasia di Balik Sembunya Seluruh Pasien Corona di Vietnam, Belum Ada Kasus Baru 15 Hari Terakhir

Vietnam mengumumkan seluruh penderita corona di negara tersebut sembuh, apa tipsnya?

Kabar menggembirakan datang dari Vietnam, di mana seluruh pasien yang positf terjangkit virus Corona kini sudah sembuh.

Hingga Rabu pekan lalu (26/2/2020), 16 orang pasien dinyatakan sembuh.

Mereka juga telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Vietnam menyatakan mereka belum menemukan adanya kasus infeksi terbaru, selama 15 hari terakhir.

Kasus terakhir infeksi virus corona terjadi pada 13 Februari 2020 lalu, yakni di sebuah desa di utara Hanoi.

Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, mengatakan, Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan jika diibaratkan perang, maka mereka baru memenangkan babak pertama.

"Kami belum meraih kemenangan total dalam pertempuran ini karena segalanya tidak bisa diprediksi," jelas Vu merujuk kepada penyebaran virus di seluruh dunia, dikutip dari Kompas.com.

Pasien terakhir, seorang pria berusia 50 tahun berinisial NVV, sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Rabu pekan lalu.

NVV diketahui tertular dari putrinya, perempuan 23 tahun berinisial NTD.

Keduanya adalah warga distrik Son Loi di provinsi bagian utara, Vinh Phuc.

Seorang perawat hamil tetap bekerja menangani pasien virus corona di China.(Tangkapan layar CCTV)

NTD diketahui adalah satu dari delapan pekerja sebuah perusahaan Jepang yang baru kembali dari Wuhan, kota di China yang menjadi pusat penyebaran virus, pada 17 Januari.

Enam di antara rombongan yang berangkat, termasuk NTD, positif terinfeksi.

Korban termuda adalah bayi berusia tiga bulan, dengan yang tertua 73 tahun.

Dr Kidong Park, perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam menyatakan, kunci sukses Hanoi adalah "respons yang konsisten dan proaktif".

Kasus penyebaran virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu dimulai ketika dua warga China terinfeksi di Ho Chi Minh City pada 23 Januari.

Pemerintah pusat akhirnya mendeklarasikan virus SARS-Cov-2 itu sebagai darurat nasional pada 1 Februari, tatkala enam orang resmi terjangkit.

Kemudian 13 Februari, kementerian kesehatan memerintahkan isolasi terhadap 10.600 penduduk Son Loi selama 20 sejak lebih banyak kasus ditemukan.

Park menjelaskan, Hanoi mengaktifkan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.

Kemudian memastikan tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi negatif atau hoaks, hingga kolaborasi dari berbagai sektor.

Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long pernah menuturkan pada Februari, belum ada vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan virus corona.

Karena itu, mereka hanya mengandalkan prinsip dasar, di mana pekerja medis diharuskan mengikuti sejumlah protokol untuk menilai tingkat keparahan infeksi.

Pertama, dokter harus merawat orang yang menunjukkan gejala.

Kemudian pasien bakal mendapat level perawatan tinggi di mana mereka juga melakukan diet.

Kemudian tahap ketiga menurut Nguyen adalah, tim medis harus terus memperhatikan tingkat penyerapan oksigen dalam darah si pasien.

Selain berjibaku di rumah sakit, Hanoi juga melakukan perlindungan kepada siswa dengan tetap meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Jutaan murid dari 63 kota dan provinsi seantero Vietnam hingga saat ini masih belum bersekolah sejak ditutup pada Tahun Baru Imlek.

Vaksin Virus Corona Sedang Diracik di Laboratorium Militer AS

Laboratorium militer pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin virus corona Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, pada Senin (2/3/2020).

"Laboratorium militer sedang bekerja keras, tidak hanya untuk membuat vaksin tapi juga hal-hal lainnya," katanya dalam pertemuan di Pentagon.

"Jadi kita akan lihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan," lanjutnya, dikutip dari Kompas.com.

Pria berusia 61 tahun asal Winchester ini juga mengungkapkan, salah satu laboratoriumnya berada di Fort Detrick, Maryland.

Pencegahan virus Corona

Pejabat-pejabat tinggi di Kementerian Kesehatan AS mengatakan, vaksin akan siap 18 bulan lagi, dan sementara ini belum ada obat untuk virus corona tetapi pasien dapat menerima perawatan.

Peralatan pelindung dan alat uji sedang didistribusikan ke fasilitas militer AS. Prioritas distribusi selanjutnya adalah Semenanjung Korea, kata Milley.

Korea Selatan melaporkan 599 kasus baru Senin kemarin, membuat negara tuan rumah Piala Dunia 2002 ini mencatatkan total 4.335 kasus infeksi dan 26 kematian.

Dari jumlah kasus infeksi tersebut, 60 persennya terkait dengan Gereja Shincheonji, sebuah sekte sesat yang dipimpin Lee Man-hee.

Pemerintah kota Seoul telah meminta jaksa untuk menjerat Lee dan 11 pemimpin lainnya di gereja itu dengan pasal pembunuhan, setelah sekte Gereja Shincheonji menyerahkan daftar palsu anggotanya kepada pihak berwenang.

Sekte tersebut berdalih, para anggotanya akan menerima stigma sosial dan diskriminasi jika kepercayaan mereka diketahui publik.

"Jika mereka secara aktif mengambil langkah-langkah awal, kita bisa mencegah ledakan kasus Covid-19 di Daegu dan Provinsi Gyeongbuk Utara, juga kematian beberapa orang," keluh Wali Kota Seoul, Park Won-soon.

Sementara itu jumlah kasus virus corona di AS sendiri telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 75 kasus telah dikonfirmasi, termasuk dua korban meninggal yang dilaporkan.

Pihak berwenang di seluruh Negeri "Uncle Sam" sudah bersiap jika muncul kasus infeksi virus corona baru.

Persiapan ini termasuk peningkatan persediaaan alat-alat tes.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vietnam Umumkan Seluruh Penderita Virus Corona Sembuh, Apa Tipsnya?"

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved