Ujian Nasional 2020 Ditiadakan, Nadiem: Pelaksanaan UN Berisiko bagi 8 Juta Siswa dan Keluarganya

Nadiem Makarim membeberkan alasan pemerintah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini.

Ujian Nasional 2020 Ditiadakan, Nadiem: Pelaksanaan UN Berisiko bagi 8 Juta Siswa dan Keluarganya
ISTIMEWA
FOTO ILUSTRASI Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Tengah telah dimulai Senin (25/3/2019) hari ini. 

TRIBUNPALU. COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membeberkan alasan pemerintah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini.

Nadiem mengungkapkan pelaksanaan ujian nasional memiliki risiko kesehatan karena saat ini wabah corona sedang merebak.

"Alasan nomor satu prinsip dasar Kemendikbud adalah keamanan dan ksehatan siswa-siswa kita dan keamanan keluarga siswa. Kalau melakukan UN di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan," ujar Nadiem seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui teleconference, Selasa (24/3/2020).

Nadiem mengatakan risiko penjabaran virus corona tidak hanya dapat berdampak pada siswa, namun juga keluarga mereka.

Jokowi Ungkap Alasan Tak Berlakukan Lockdown di Indonesia: Paling Pas adalah Menjaga Jarak

Selain itu siswa yang mengikuti UN pada tahun ini mencapai delapan juta sehingga memiliki risiko yang cukup besar.

Mantan CEO Gojek ini mengungkapkan pelaksanaan UN pada tahun ini juga sudah tidak menjadi syarat kelulusan.

Sehingga, pelaksanaan UN juga tidak menjadi keharusan karena lebih banyak risikonya.

"Kita juga sudah tau UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi. Saya rasa di kemendikbud, lebih banyak risikonya dari pada benefit untuk lanjutkan UN," ucap Nadiem.

Ciri-ciri dan Gejala Virus Corona COVID-19, Kenali Perbedaannya dengan Flu Biasa dan Influenza

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020.

Keputusan tersebut mengingat wabah virus corona (Covid-19) masih mewabah di Indonesia.

Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved