Virus Corona

Penjualan Motor Bekas Menurun karena Virus Corona, Pedagang Pangkas Harga

Pedagang pun berupaya untuk tetap bisa menarik pembeli, salah satunya dengan menurunkan harga Mokas yang dijualnya.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda
Deretan motor bekas yang dipajang di salah satu diler kawasan Jatibening, Jakarta Timur 

TRIBUNPALU.COM - Penjualan sepeda motor bekas ( Mokas) di wilayah Solo, Jawa Tengah terus mengalami penurunan, di tengah meluasnya penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia.

Kondisi ini pun diperparah dengan pembiayaan atau leasing yang sudah mengurangi operasionalnya, karena imbas dari penerapan bekerja dari rumah atau work from home ( WFH).

Pedagang pun berupaya untuk tetap bisa menarik pembeli, salah satunya dengan menurunkan harga Mokas yang dijualnya.

Hal ini seperti dilakukan oleh pemilik showroom Mokas Nugroho Motor, Nugroho Dwi Prastiko. Nugroho mengaku harus menurunkan harga jual mokas lantaran semakin sepinya pembeli karena kondisi yang tidak menentu.

“Penjualan menurun sangat drastis, bisa mencapai lebih dari 50 persen. Jadi saya juga harus menurunkan harga motor yang saya jual, mengingat kondisi seperti ini jualan juga susah,” katanya kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Pasar Saham Amerika Kian Terpuruk karena Virus Corona, Dow Jones Merosot 12,9 Persen

Imbas Virus Corona, Mulai Senin (30/3/2020) Bursa Efek Indonesia Ubah Jam Operasional

Meski harga sudah diturunkan, tetapi tidak banyak berpengaruh terhadap penjualan Mokas. Terbukti, dalam sehari belum tentu ada transaksi sepeda motor di tempatnya.

“Dulu rata-rata dalam sehari pasti ada transaksi penjualan, sekarang ini tidak ada. Kalau penjualan sekitar 30 unit setiap bulannya,” katanya.

Nugroho pun tetap menawarkan harga yang sesuai dengan ketersediaan uang dari calon pembelinya. Hal ini karena di tempatnya juga menjual Mokas yang di atas Rp 12 juta atau pun yang di bawah Rp 7 juta.

Dengan begitu, pembeli pun bisa memilih sesuai dengan uang yang dimilikinya.

“Ya kalau ada calon pembeli datang, saya menawarkan mau mencari motor dengan kisaran harga berapa. Karena ada yang harganya Rp 16 juta ada juga yang Rp 5 juta,” ucapnya.

Untuk harga yang di atas Rp 10 juta, biasanya adalah untuk motor matik yang sudah injeksi. Sedangkan untuk motor yang masih menggunakan sistem karburator harganya berkisar Rp 7 juta ke bawah.

I Wayan Suryanata, pemilik showroom Mokas Gilang Motor mengatakan, yang paling banyak dibeli adalah motor yang berkisar Rp 7 juta.

“Ya motor yang masih karbu itu yang paling laris harganya Rp 7 juta ke bawah,” kata Wayan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akibat Corona, Penjual Motor Bekas Terpaksa Turunkan Harga", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved