Virus Corona

Arab Saudi Berlakukan Aturan 'Jam Malam' selama 24 Jam di Kota Mekkah dan Madinah

Beragam kebijakan dikeluarkan pemerintah dari berbagai negara dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

TribunTravel.com/Sinta Agustina
Jemaah umrah asal Indonesia sedang berjalan di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Sabtu (11/11/2017). 

TRIBUNPALU.COM - Beragam kebijakan dikeluarkan pemerintah dari berbagai negara dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Sebagaimana yang telah diketahui, pada awal tahun 2020 ini terjadi wabah virus corona jenis baru.

Dikatakan wabah tersebut pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina.

Hingga awal April 2020, dilaporkan bahwa virus corona itu telah menjangkit setidaknya 900 ribu orang di lebih dari 170 negara di dunia.

Hal inilah yang kemudian mendorong pemerintah khususnya dari berbagai negara yang terdampak untuk mengeluarkan sejumlah kebijakan demi menekah angka penyebaran virus.

Termasuk di antaranya adalah Arab Saudi.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Arab Saudi Tangguhkan Izin Ibadah Umroh untuk Sementara Waktu

Siapkan Dua Skenario Ibadah Haji 2020, Kemenag: Diselenggarakan atau Dibatalkan

Per Kamis (2/4/2020) ini sendiri, tercatat total kasus positif COVID-19 di sana ialah sebanyak 1.720 kasus.

Dari sekian banyak kasus tersebut, 21 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, 328 pasien telah dinyatakan pulih atau sembuh, sebagaimana laporan data Johns Hopkins University.

Di sisi lain, pada Selasa (31/3/2020) lalu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan adanya 133 kasus baru (akumulatif) yang ditemukan di Kota Mekkah dan Madinah.

Halaman
123
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved