Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Korban Corona, MUI Ingatkan Masyarakat soal Fatwa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti adanya penolakan pemakaman jenazah korban positif Covid-19 di berbagai daerah

Tangkapan Layar Instagram @entebahluuul
Viral video di media sosial, ambulans di Banyumas dipaksa putar balik hingga bupati turun tangan, tenaga medis dilempari batu serta sorak sorai warga yang 'puas'. 

TRIBUNPALU.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti adanya penolakan pemakaman jenazah korban positif Covid-19 di berbagai daerah.

Seperti diketahui, penolakan pemakaman jenazah corona terjadi di beberapa daerah, satu di antaranya di Banyumas. 

Bahkan sempat terjadi adu argumen antara Bupati Banyumas dengan warga yang bersikukuh menolah pemakaman jenazah pasien corona di lingkungannya. 

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi, menyayangkan hal tersebut kenapa bisa terjadi.

Ia menjelaskan, penolakan tersebut menandakan adanya kecenderungan ketakutan berlebihan di tengah-tengah masyarakat saat ini.

"Kita sangat menyesalkan hal itu terjadi, bahwa itu menandakan ada kecenderunganan ketakutan berlebihan dari publik dari masyarakat," katanya dalam Program Kompas Siang, Jumat (3/4/2020).

Masduki menyebut ketakutan yang dialami masyarakat terhadap jenazah positif Covid 19 jauh lebih berbahaya dari ancaman virus itu sendiri.

Ia memandang ketakutan berlebih dapat menurunkan imunitas di dalam diri, sehingga orang tersebut rentan terhadap paparan virus corona.

"Justru pada saat seperti ini yang penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh kita."

"Disitulah bahayanya, ketakutan berlebihan justru lebih berbahaya dari corona itu sendiri," ujar Masduki menekankan.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved