Breaking News:

Selasa Sore, Rupiah Ditutup Menguat Jadi Rp 16.200 Per Dollar AS

Mengutip data Bloomberg rupiah ditutup berada pada level Rp 16.200 per dollar AS atau menguat 212 poin (1,29 persen) dibandingkan penutupan Senin pada

Kontan/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi pertukaran mata uang rupiah 

TRIBUNPALU.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot Selasa (7/4/2020) kembali meroket.

Mengutip data Bloomberg rupiah ditutup berada pada level Rp 16.200 per dollar AS atau menguat 212 poin (1,29 persen) dibandingkan penutupan Senin pada level Rp 16.413 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pengutan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ini terdorong sentiment terobosan baru pemerintah untuk menangani Covid-19 dengan cara menggelontorkan stimulus dibidang kesehatan dan Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan DNDF dan pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sejak akhir 2019 hingga 2 April lalu, terjadi capital outflow di pasar obligasi sekitar Rp 130 triliun.

“Di awal tahun hingga 24 Januari terjadi inflow sekitar Rp 30 triliun yang membuat rupiah perkasa,” ujarnya.

Sementara itu, sentimen pendukung lainnya yang menguatkan rupiah adalah rilis data outlook Moody's Investors Service, yang memberi peringkat Baa2 dengan outlook stabil untuk obligasi dollar AS yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

“Obligasi itu digunakan untuk membiayai program pemerintahan, termasuk penanganan wabah corona,” kata Ibrahim.

Peringkat itu disematkan untuk obligasi berjangka waktu mulai 10 hingga 50 tahun. Surat utang itu masuk dalam program penerbitan obligasi senilai 10 miliar dollar AS yang didaftarkan ke Securities and Exchange Commission (SEC).

“Peringkat Baa2 disematkan karena dukungan dari penekanan kebijakan pada ekonomi makro. Stabilitas yang meningkatkan ketahanan menghadapi guncangan,” kata dia.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir bulan Maret 2020 sebesar 121 miliar dollar AS atau lebih rendah 9,4 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dollar AS.

Sementara dari eksternal, menunjukkan jumlah kematian harian di Spanyol dan Italia meurun. Sementara Di New York, pusat penyebaran wabah di AS cenderung tidak bertambah selama dua hari belakangan.

Selain itu, pasar kini kembali fokus pada penanganan virus corona. Menteri keuangan zona euro juga mengadakan panggilan teleconference untuk membahas strategi untuk mendanai respons kebijakan kawasan terhadap virus.

"Berbagai ide dan skema bersaing untuk mendapatkan perhatian, tetapi keinginan Spanyol dan Italia untuk 'coronabonds' yang dikeluarkan bersama dan dijamin kemungkinan akan ditolak oleh Jerman, Belanda dan lainnya,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Ditutup Menguat Jadi Rp 16.200 Per Dollar AS"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved