Sabtu, 16 Mei 2026

Komentar Vulgar di Instagram Pangeran Abdul Mateen, Aktivis Perempuan: Bisa Mengarah ke Pelecehan

Anak kesepuluh Sultan Hassanah Bolkiah dari Brunei Darussalam, Pangeran Abdul Mateen atau Pangeran Mateen, menjadi perbincangan media sosial.

Tayang:
Instagram/tmski
Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam. 

TRIBUNPALU.COM - Anak kesepuluh sekaligus putra keempat Sultan Hassanah Bolkiah dari Brunei Darussalam, Pangeran Abdul Mateen atau Pangeran Mateen, menjadi perbincangan ramai di media sosial.

Hal tersebut terjadi setelah Pangeran Mateen mengunggah foto-foto saat menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Akun Instagram Pangeran Abdul Mateen pun dihujani komentar-komentar para warganet, terutama kaum hawa dari Indonesia.

Mulai dari komentar bentuk kekaguman hingga berbau vulgar menghiasi kolom komentar di akun Instagram pribadi Pangeran Mateen.

Manager Divisi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Masyarakat (PPKBM) Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Solo, Fitri Haryani, memberikan padangannya.

Menurutnya komentar-komentar vulgar bisa mengarah ke bentuk pelecehan verbal yang disampaikan melalui platform media sosial.

Pelecehan bisa dilakukan oleh siapa pun baik laki-laki maupun perempuan karena masih ada paradigma patriarki.

7 Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa asal Kalimantan Timur Positif Virus Corona Covid-19

Video Pria Pengantar Makanan Main Piano saat Malaysia Lockdown Viral: Lagu Itu untuk Kalian Semua

Jadwal Belajar dari Rumah hari Rabu 15 April 2020, Siswa SMP Akan Belajar Ronggowarsito & Javanologi

Paradigma tersebut bisa dimiliki laki-laki maupun perempuan.

"Seperti halnya kejadian di atas, perempuan kalau secara bersama-sama melakukan akhirnya laki-laki bisa juga menjadi korban," kata Fitri kepada Tribunnews, Senin (13/04/2020).

Oleh karena itu Fitri mengingatkan betapa pentingnya kesetaraan gender dalam memandang contoh situasi seperti di atas.

Ia tidak bisa menampik kerentanan terhadap pelecehan menimpa kaum perempuan

"Selama ini memang kerentanan tersebut lebih banyak menimpa perempuan karena kemudian ini menimpa laki-laki."

"Maka seperti hal yang tidak wajar dan jadi perhatian yang kemudian arahnya pada moral."

"Padahal kalau betul bicara soal kekerasan berbasis gender, maka pisau analisanya memakai pisau analisa relasi kuasa," urai Fitri.

Membanjirnya komentar dari warganet Indonesia di akun pribadi milik Pangeran Mateen juga dinilai Fitri aksi spontanitas.

Pasien 1 & 2 Diyakini Tertular Corona dari WN Jepang, Pakar Ragukan Hal Tersebut, Ini Penjelasannya

Edukasi Masyarakat, Ini Kumpulan 50 Poster Ilustrasi Panduan dan Langkah Pencegahan Virus Corona

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved