Minggu, 26 April 2026

WHO Sebut Virus Corona Covid-19 Sepuluh Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi

Statusnya ditetapkan menjadi pandemi, kini wabah virus corona Covid-19 telah menyebar ke 200an negara di dunia.

drtedros.com via uicc.org
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan Virus Corona (Covid-19) sepuluh kali lebih mematikan daripada pandemi flu babi, yang melanda dunia pada 2009 lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Statusnya ditetapkan menjadi pandemi, kini wabah virus corona Covid-19 telah menyebar ke 200an negara di dunia.

Kini, jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di seluruh dunia sudah menembus angka dua juta, sementara 119 ribu meninggal dunia, dan sekitar 448 ribu orang dinyatakan sembuh.

Hal ini membuat tingkat fatalitas Covid-19 harus diwaspadai.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan Virus Corona (Covid-19) sepuluh kali lebih mematikan daripada pandemi flu babi, yang melanda dunia pada 2009 lalu.

Karena itu menurut WHO, vaksin akan diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus ini. 

Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Minta Maaf atas Suratnya ke Camat yang Tuai Banyak Kritikan

Tugas di Rumah untuk Anaknya Terlalu Banyak & Susah, Zaskia Mecca Surati Guru Sekolahnya

Tak Disertai Gangguan Pernapasan, Ahli Ungkap Gejala Baru Virus Corona, Berkaitan dengan Kulit

Tedros mengatakan, WHO masih terus mencari vaksin untuk virus mematikan yang menyebar di belahan dunia, yang kini telah menewaskan hampir 115 ribu orang dan menjangkiti lebih dari 1,8 juta orang.

"Kita tahu covid-19 menyebar cepat, dan kita tahu itu adalah mematikan, 10 kali mematikan daripada pandemi flu 2009," katanya dalam rilis yang dilakukan secara virtual, Senin (13/4/2020) waktu setempat.

Berdasarkan data WHO, 18.500 orang tewas akibat flu babi, atau H1N1, yang pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret 2009 lalu.

Tetapi tenaga medis Lancet memperkirakan lebih dari itu, yakni antara 151.700 dan 575.400 orang.

Perhitungan Lancet termasuk perkiraan kematian di Afrika dan Asia Tenggara yang tidak diperhitungkan oleh WHO.

Wabah tersebut dinyatakan sebagai pandemi pada Juni 2009.

Turis Asing di Bali Nekat Mantai di Tengah Wabah Corona, Ada yang Datang Pagi hingga Lompat Pagar

Tedros juga mengingatkan sejumlah negara karena beranggapan penyebaran kasus bisa ditekan jiika mereka berhasil melokalisir pasien positif, melakukan pemeriksaan, mengisolasi dan merawat setiap pasien yang terinfeksi.

Pun melacak dan memeriksa setiap individu yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif.

"Dengan kata lain, jumlah kasus turun jauh lebih lambat daripada kenaikkan jumlah kasus, " katanya.

"Tindakan pengendalian harus dilakukan perlahan-lahan, dan dengan kontrol. Tidak dapat terjadi sekaligus. "

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved