Rabu, 6 Mei 2026

Ramadan 2020

Marah Atau Emosi Saat Puasa Ramadan Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Ini Jawabannya

Marah Atau Emosi Saat Puasa Ramadan Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Ini Jawabannya

Tayang:
Editor: Imam Saputro
familycounselling.com
Ilustrasi orang marah. 

TRIBUNPALU.COM - Saat sedang berpuasa, kita diharuskan menahan lapar dan haus.

Tak hanya itu, kita juga harus bisa menahan amarah dan emosi.

Lantas apakah jika kita marah dan emosi saat bulan puasa bisa membatalkan puasa?

Jawaban:

Marah adalah sifat yang manusiawi.

Penjelasan Dokter Kandungan soal Kondisi Ibu Hamil yang Boleh atau Tidak Boleh Menjalankan Puasa

Berkaitan dengan ibadah puasa di bulan Ramadan, hal-hal yang dapat membatalkan puasa ada dua macam.

Hal yang membatalkan puasa itu seperti perbuatan fisik, yakni makan, minum kemudian muntah dengan sengaja atau dengan sengaja mengeluarkan air mani.

Demikian ini hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik.

Yang kedua ada hal yang bisa membatalkan puasa secara maknawi yang tidak bisa diukur dengan fisik.

Satu di antaranya adalah emosi.

Secara syar'i orang yang sedang berpuasa kemudian dia terjebak pada kemarahan dan emosionalnya, maka orang yang menjalankan ibadah puasa pada dasarnya puasanya sah.

Hanya saja para ulama mengatakan bahwa yang demikian ini dapat mengurangi atau bahkan meniadakan pahala dari ibadah puasa sendiri.

Rasulullah mengatakan bahwa puasa adalah perisai, maka sebaiknya orang yang sedang berpuasa tidak melakukan perbuatan atau perkataan yang jorok dan keji.

Jadwal Buka Puasa Hari Ini di 34 Provinsi di Indonesia, Beserta Doa Buka Puasa dan Sunah Berbuka

Perkataan yang menjurus pada perbuatan atau perkataan yang sifatnya sarkasme pada orang lain.

Lalu kemudian saat kita sedang berpuasa ada orang yang mengajak kita atau mengundang kita untuk konflik, memancing kita untuk emosi, maka berdasarkan kisah yang disampaikan Rasulullah, kita harus mengatakan bahwa saat ini kita sedang berpuasa.

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ 

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah”.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved