Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ingatkan Bagi Warga yang Ketahuan Mudik Bisa Kena Pidana dan Denda

Ketua Gugus Tugas Percepatan PenangananCovid-19 Doni Monardo menyatakan warga yang memaksa mudik dengan memanfaatkan travel gelap bisa dikenai sanksi.

ayomudik.pu.go.id
ILUSTRASI mudik Lebaran. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan larangan mudik lebaran 2020.

Terkait hal ini, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan warga yang memaksa mudik dengan memanfaatkan travel gelap bisa dikenai sanksi pidana dan denda.

Hal yang sama berlaku bagi sopir kendaraan travel. Mereka juga mendapat sanksi pidana dan denda karena tetap menjaring pemudik.

Hal itu disampaikan Doni lantaran masih adanya travel yang mengantar pemudik secara diam-diam ke kampung halaman.

Di sisi lain masih ada masyarakat yang memanfaatkan jasa travel tersebut. Padahal pemerintah telah memberlakukan larangan mudik.

Ada Covid-19, Tradisi Mudik Ussy Sulistiawaty - Andhika Pratama Berubah: Bukannya Ga Sayang Keluarga

Presiden Joko Widodo Sebut Tidak Mudik adalah Bentuk Rasa Sayang terhadap Keluarga

Pemkab Purbalingga Kewalahan, 20.956 Pemudik Masuk Sedangkan Kapasitas Gedung Karantina 250 Orang

Ia menegaskan pemerintah akan menjatuhkan sanksi pidana dan denda bagi yang masih nekat mudik.

"Kami juga mendapatkan informasi adanya sejumlah travel yang berusaha menjaring pemudik pulang," ujar Doni usai rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui video conference, Senin (11/5/2020).

"Sekali lagi kalau ini ketahuan dan membahayakan keselamatan masyarakat daerah asal atau kampungnya, maka mereka yang melanggar aturan PSBB bisa kena Pasal 93 Undang-undang No. 8 Tahun 2018 (Kekarantinaan Kesehatan) yaitu pidana dan denda," ujar Doni lagi.

Ia meminta masyarakat menyayangi diri sendiri dan keluarga dengan tidak mudik agar tak membawa virus corona ke kampung halaman. 

Sebab, masyarakat perkotaan yang rata-rata tinggal di wilayah zona merah Covid-19 berpotensi menularkan virus corona ke sanak keluarga jika mereka pulang kampung.

"Oleh karenanya sekali lagi kita harus sayang dengan diri dan keluarga kita. Kalau sayang dengan orang-orang di kampung jangan ketemu dulu. Cukup lebaran metode virtual. Kalau semua sabar dan disiplin bisa memutus mata rantai penularan," lanjut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Gugus Tugas Covid-19: Ketahuan Mudik Bisa Kena Pidana dan Denda", 
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Krisiandi

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved