Pandemi Covid-19 Akibatkan Krisis di Indonesia, Apa Bedanya dengan Krisis 98?

Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto mengatakan krisis ekonomi yang terjadi saat ini jelas berbeda dibandingkan dari krisis yang sebelumnya.

Continental Currency Exchange
Ilustrasi uang. Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto mengatakan krisis ekonomi akibat Covid-19 yang terjadi saat ini jelas berbeda dibandingkan dari krisis yang sebelumnya. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 menimbulkan dampak yang besar terhadap jalannya roda perekonomian Indonesia.

Dampak ekonomi Covid sangat terasa bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu sektor yang terpuruk.

Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto mengatakan krisis ekonomi yang terjadi saat ini jelas berbeda dibandingkan dari krisis yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya.

"Jika pada krisis sebelumnya tahun 1998 dan 2008 UMKM masih punya daya tahan yang kuat, karena pada waktu itu yang terkena adalah sektor korporasi besar, tapi sekarang sektor UMKM-lah yang paling terkena,” ujarnya saat pressconference virtual, Selasa (19/5/2020).

Politikus PKS: Pemerintah Harus Konsisten agar Masyarakat Patuh Aturan PSBB di Masa Pandemi Covid-19

Achmad Yurianto Ajak Masyarakat Adaptasi dengan New Normal selama Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan

Ada Isu Sopir Angkot Passo Terpapar Covid-19, 31 Mobil Angkot Disemprot Disinfektan Tim Gugus Tugas

Lalu, dari sisi keuangan, Eko berpendapat juga berbeda. Saat ini UMKM terkena problem cash atau kehabisan uang tunai, sehingga para UMKM saat ini mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.

Selanjutnya mengenai kredit macet, Eko mengatakan pemerintah sudah memberi relaksasi.

Berdasarkan data yang ia peroleh saat ini, total kredit perbankan terdampak Covid-19 yang telah berhasil direstrukturisasi hingga minggu (10/5/2020) mencapai Rp 336,97 triliun. Jumlah kredit itu berasal dari 3,88 juta debitur.

“Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah apakah UMKM masih punya modal kerja atau tidak? Semoga covid-19 segera berlalu dan UMKM tidak kehabisan uang tunai untuk modal,” jelas dia.

Bahas Kasus Video Porno dengan Ariel NOAH, Luna Maya Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Maafkan

Beda Sikap dengan Mahfud MD, Pemkot Tegal dan MUI Tegal Perbolehkan Salat Idul Fitri di Masjid

Sebaran Corona di Indonesia Selasa 19 Mei: 12.808 Pasien Masih Dirawat, 9 Provinsi Nihil Kasus Baru

Sementara itu, Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto mengatakan sebetulnya peluang UMKM di tahun ini masih ada untuk bertahan.

Hal itu sejalan dengan keluarnya kebijakan pemerintah dan OJK yang memberikan banyak keringanan dan kelonggaran kepada pelaku UMKM, terutama yang terdampak Covid19.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved