Jaga Ketersediaan Bahan Pokok saat Pandemi Covid-19, Ini 4 Skema Insentif untuk Petani dan Nelayan

Empat skema yang dapat ditempuh untuk membantu para petani dan nelayan agar tetap berproduksi dan menjaga ketersediaan bahan pokok selama pandemi.

KOMPAS/A PONCO ANGGORO
Ilustrasi: Sawah di wilayah pulau Buru, Maluku. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, ketersediaan bahan pokok untuk kebutuhan warga adalah hal yang vital.

Pemerintah menyiapkan empat skema yang dapat ditempuh untuk membantu para petani dan nelayan agar dapat tetap berproduksi dan menjaga ketersediaan bahan pokok selama masa pandemi.

Sejumlah skema tersebut dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (28/5/2020).

"Saya melihat ada beberapa skema besar program yang bisa digunakan untuk membantu para petani dan nelayan di masa pandemi ini. Pertama, melalui program jaring pengaman sosial," ujar Presiden sesuai keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan, Kamis.

Melalui skema pertama, yakni jaring pengaman sosial, pemerintah ingin memastikan bahwa kurang lebih 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak terlindungi oleh sejumlah program bantuan sosial yang diberikan pemerintah.

Lebih Bermanfaat Ketimbang Sembako, ICW Sarankan Pemerintah Beri BLT kepada Warga Terdampak Covid-19

Wishnutama Sebut Indonesia Kehilangan 4 Juta Wisatawan Mancanegara akibat Pandemi Covid-19

Seperti Apa Skenario Gelombang dan Puncak Kedua Pandemi Covid-19 yang Diwaspadai WHO?

Penjelasan Ahli Paru soal Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19 pada Layanan Kesehatan

Di antara program-program tersebut ialah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Langsung Tunai Desa, paket sembako, hingga program subsidi listrik.

"Tujuan utama dari skema program ini adalah untuk meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga yang kurang mampu termasuk di dalamnya adalah petani dan nelayan miskin," kata Presiden.

Skema berikutnya, melibatkan program subsidi bunga kredit.

Program yang telah diputuskan dan tengah berjalan ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp34 triliun untuk membantu para petani dan nelayan lewat kebijakan relaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit.

Relaksasi tersebut diberikan kepada penerima pembiayaan yang didapat melalui sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), pembiayaan ultramikro (UMi), pegadaian, hingga pembiayaan dan bantuan permodalan dari beberapa kementerian.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved