Minggu, 19 April 2026

Pria Ini Jadi Akrab dengan 90 Tetangganya Berkat Virus Corona

Pandemi Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi Jack Begbie. Pria Australia itu jadi bisa akrab dengan 90 tetangganya.

PEXELS.COM/rawpixel.com
ILUSTRASI 

TRIBUNPALU.COM -  Mewabahnya pandemi Covid-19 rupanya juga membawa dampak positif bagi seseorang.

Hal ini dirasakan oleh Jack Begbie. Pria Australia itu jadi bisa akrab dengan 90 tetangganya.

Jack Begbie sebelumnya berpikir berkenalan dengan tetangga adalah hal yang aneh, meski ia tinggal di pinggiran kota di Sydney, yang biasanya warganya lebih ramah dibandingkan warga kota besar.

"Orang yang tidak dikenal itu menakutkan. Dulu saya berpikir, 'kenapa perlu berkenalan dengan orang-orang baru di kompleks rumah padahal saya sudah tinggal di sana selama tiga tahun?'," ungkapnya sambil bercanda.

"Maksudnya, sekilas, ide berkenalan itu kedengarannya aneh, walaupun sebenarnya adalah yang paling bijaksana."

Jack mengatakan ia biasanya berinteraksi dengan menyapa 'hai' atau menganggukkan kepala ketika bertemu di jalan. Namun, semuanya berubah setelah pandemi menyerang.

Data Terkini Virus Corona di Indonesia 4 Juni 2020: Kasus Harian Menurun, Total Kasus Positif 28.818

Tetangga Diberhentikan dari Pekerjaan, Gara-gara Via Vallen Posting Adiknya Positif Corona

Jack Begbie (tengah) dengan teman-teman barunya, yang tak lain adalah tetangganya sendiri di kawasan Ashfield, Sydney. Berkat pandemi virus corona, ia bisa kenal dengan hampir 100 tetangganya. (ABC INDONESIA)
Jack Begbie (tengah) dengan teman-teman barunya, yang tak lain adalah tetangganya sendiri di kawasan Ashfield, Sydney. Berkat pandemi virus corona, ia bisa kenal dengan hampir 100 tetangganya. (ABC INDONESIA) ()

Khawatir kondisi tetangga karena Covid-19

Barulah ketika pandemi Covid-19, ia harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan mulai memikirkan keadaan para tetangganya.

"Saya merasa mungkin ini adalah saatnya mulai mengenal beberapa orang di sekitar rumah, untuk berjaga-jaga bila sesuatu tiba-tiba terjadi kepada saya," kata dia.

"Ketakutan saya adalah bagaimana kalau misalnya ada lansia berumur 80 tahunan yang tiba-tiba sakit dan tidak ada yang mengetahuinya. Saya ingin memastikan ini tidak terjadi," ujar Jack dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (4/6/2020).

"Jadi saya pikir, 'mungkin ini saatnya kita menjangkau dan memastikan semua orang baik-baik saja'."

Dilatarbelakangi alasan tersebut, Jack mendapat ide menciptakan sebuah komunitas kecil untuk memastikan setiap orang dapat memperhatikan keadaan satu sama lain.

Ide tersebut dituangkan ke dalam sebuah kertas berisi pesan yang ia ketik, kemudian diletakkan di kotak pos para tetangganya.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Cara Abash Melepas Rindu dengan Lucinta Luna

Sebaran Covid-19 di Indonesia Kamis 4 Juni: Naik Signifikan, Kalimantan Selatan Catat 109 Kasus Baru

Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Chelsea Olivia: Nanti Kalau Kamu Sudah Besar Mami Ceritakan

Dalam waktu singkat, 320 rumah tangga di daerahnya tergabung dalam kelompok yang ia buat di Facebook tersebut.

"Tiga atau empat orang di kompleks kami sampai menelepon saya dan bertanya, 'Hai, saya tidak punya Facebook. Tapi apakah boleh kalau saya menambahkan cucu atau keponakan saya di dalam kelompok itu untuk tahu apa yang didiskusikan?" cerita Jack.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved