Pramono Edhie Wibowo Meninggal
Pramono Edhie Wibowo Meninggal Dunia, Ibas Yudhoyono Ungkap Kata Terakhirnya untuk sang Paman
Edhie Baskoro Yudhoyono turut berduka cita atas meninggalnya sang paman, Pramono Edhie Wibowo.
TRIBUNPALU.COM - Putra kedua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono, turut berduka cita atas meninggalnya sang paman, Pramono Edhie Wibowo.
Seperti diketahui, Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2020) malam karena serangan jantung.
Kabar meninggalnya Pramono Edhie Wibowo disampaikan oleh politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik kepada wartawan, Sabtu kemarin.
"Innalillahi wainailaihi rojiun, telah meninggal dunia malam ini Bpk Pramono Edhie Wibowo di RS Cimacan. Tadi dikabari wafat jam 19.43 WIB. Serangan jantung," kata Rachland.
• Pramono Edhie Wibowo Berpulang, Presiden Jokowi dan Sederet Tokoh Lainnya Sampaikan Belasungkawa
• Pramono Edhie Wibowo Wafat, Aliya Rajasa Kenang Momen Terakhir: Sayang Kita Tidak Sempat Foto Lagi

Mendengar kabar meninggalnya Pramono Edhie Wibowo, pria yang akrab disapa Ibas tersebut mengaku kaget dan sedih.
Di mata Ibas, sang paman adalah sosok yang sangat menyayangi keluarga besarnya.
Hal ini ditunjukkan dari perjuangan Pramono Edhie Wibowo yang ingin mendonorkan tulang sumsumnya untuk sang kakak, Ani Yudhoyono, yang mengidap penyakit leukemia.
Bahkan, Pramono Edhie Wibowo rela meninggalkan urusannya demi fokus membantu Ani Yudhoyono.
Sebelum kepergian sang paman, Ibas sempat mengucapkan kata-kata terakhirnya untuk Pramono Edhie Wibowo.
Hal ini diungkapkan Ibas lewat sebuah unggahan di akun Instagramnya, @ibasyudhoyono pada Minggu (14/6/2020).
Berikut unggahan lengkap Ibas:
"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Om Pramono Edhie Wibowo Bin Sarwo Edhie Wibowo. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'aafihii wa'fu 'anhu. @pramonoedhie55.
Kami turut berduka yang sangat mendalam. Kaget, Sedih dan Sangat tidak menyangka akan hal ini. Tapi Allah SWT berkehendak lain.
Om Edhie yang aku kenal adalah sosok yang sangat menyayangi keluarga besarnya termasuk ketika Almarhumah Memo @aniyudhoyono sedang sakit kanker dalam perawatan di Singapore yang mana sudah sangat siap untuk mendonorkan tulang sumsumnya jika diperlukan.
Dan beliau rela meninggalkan semuanya untuk fokus membantu Kakaknya tersebut.
Terima Kasih Om! Beliau ramah, rendah hati dan tegas berprinsip profesional dalam menjalankan tugas baik di-Kemiliteran dan di-Partai Demokrat.