Breaking News:

Tanggapi Kebijakan Nadiem Makarim, Pengamat: Ada Sejumlah Catatan Terkait Pembelajaran Daring

"Jika pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring maka anak-anak, terutama jenjang pendidikan dasar, adalah yang paling terdampak."

TribunLampung.com
ILUSTRASI siswa sekolah dasar (SD) 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membolehkan zona hijau untuk mulai menyelenggarakan proses pendidikan di luar jaringan (luring/offline) atau tatap muka di sekolah.

Kebijakan ini pun menuai tanggapan dari pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Harun Joko Prayitno.

Menurut Harun, kebijakan yang dilontarkan Nadiem Makarim tersebut menimbulkan keberagaman kebijakan di daerah.

"Secara umum atau sebagian besar daerah akan menerapkan penundaan belajar tatap muka sampai dengan Desember 2020."

"Praktis pendididikan tatap muka berhenti selama 10 bulan sejak ditetapkan awal Maret 2020 lalu," ujar Prof Harun dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (18/6/2020) malam.

Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum.
Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum. (Tribunnews/Istimewa)

Kasus Infeksi Covid-19 di Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara, Komisi IX DPR: Alarm bagi Pemerintah

Menurutnya, ada beberapa catatan bila pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring.

Yakni, anak-anak dengan jenjang pendidikan dasar yang paling terdampak.

"Jika pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring maka anak-anak, terutama jenjang pendidikan dasar, adalah yang paling terdampak dari aspek keterampilan dan afektifnya," terangnya.

Harun menuturkan, pembelajaran daring lebih cocok untuk jenjang yang lebih tinggi dibanding pendidikan dasar.

Siswa SMK PGRI 13 Surabaya melakukan simulasi belajar-mengajar pada era new normal yang digelar pihak sekolah, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2020). Simulasi digelar agar siswa paham dan tahu proses belajar-mengajar saat new normal dan nanti saat diperbolehkan belajar-mengajar secara tatap muka. Proses belajar-mengajar secara tatap muka saat new normal memperhatikan dengan ketat protokol kesehatan, di antaranya harus cuci tangan, penggunaan hand sanitizer, dan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk kelas, serta penggunaan face shield (pelindung wajah) baik untuk siswa maupun guru. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Siswa SMK PGRI 13 Surabaya melakukan simulasi belajar-mengajar pada era new normal yang digelar pihak sekolah, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2020). Simulasi digelar agar siswa paham dan tahu proses belajar-mengajar saat new normal dan nanti saat diperbolehkan belajar-mengajar secara tatap muka. Proses belajar-mengajar secara tatap muka saat new normal memperhatikan dengan ketat protokol kesehatan, di antaranya harus cuci tangan, penggunaan hand sanitizer, dan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk kelas, serta penggunaan face shield (pelindung wajah) baik untuk siswa maupun guru. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

"Pembelajaran daring memang hanya pas untuk tataran knowing dan jenjang menengah dan perguruan tinggi," katanya.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved