Breaking News:

Virus Corona

Jerman dan AS Tunjukkan Hasil Positif pada Uji Klinis Vaksin Corona

Proyek gabungan dari perusahaan farmasi BioNTech-Jerman dan Pfizer-AS melaporkan hasil awal yang positif dalam pengembangan vaksin Covid-19.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Proyek gabungan dari perusahaan farmasi BioNTech-Jerman dan Pfizer-AS melaporkan hasil awal yang positif dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Kandidat vaksin yang dinamai BNT162b1 itu memberikan respons antibodi pada atau di atas tingkat yang terlihat dalam serum pemulihan - darah dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh - pada dosis yang relatif rendah.

"Data awal dari uji coba fase 1/2 bertujuan untuk menunjukkan bahwa vaksin BNT162b1 tidak beracun dan memicu respons sistem kekebalan tubuh yang dapat mempersiapkan tubuh melawan virus," kata CEO BioNTech, Ugur Sahin, Rabu (1/7/2020).

Siapa yang Pertama Kali Mendapatkan Vaksin Corona, Jika Sudah Ditemukan? Ini Penjelasannya

Tak Cuma Kembangkan Vaksin Covid-19 secara Mandiri, Indonesia juga Bekerjasama dengan Negara Lain

Dari 45 orang berusia 18 hingga 55 tahun yang ikut uji coba, sebagian besar menerima dua dosis, 21 hari terpisah, baik vaksin atau plasebo (obat yang tidak memberi dampak).

Dilansir Science Alert, Kamis (2/7/2020), sebagian besar peserta mengalami demam setelah mendapat dosis kedua.

Dalam laporan yang diunggah di situs pra-publikasi medrxiv.org, hal itu tidak dianggap sebagai masalah.

Vaksin ini mengandalkan RNA, kode genetik yang masuk ke dalam sel manusia untuk membuatnya menghasilkan antibodi yang secara khusus disesuaikan dengan Covid-19.

Update Proses Vaksin Virus Corona di Indonesia, Paling Cepat Akhir Tahun 2020 Rampung dan Siap Edar

Beberapa perusahaan telah melaporkan hasil awal dari fase uji klinis dan menyatakan bahwa vaksin eksperimental mereka memicu respons sistem kekebalan.

Menurut London School of Hygiene & Tropical Medicine, ada 23 proyek vaksin Covid-19 sedang dalam tahap uji klinis pada manusia.

Beberapa telah melanjutkan ke fase 2 dan fase 3. Vaksin disuntikkan ke ribuan sukarelawan untuk mengevaluasi efektivitasnya, memantau efek samping, dan mengumpulkan informasi lain untuk mengetahui keamanannya.

Kandidat vaksin yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna AS dan satu vaksin dari Universitas Oxford bekerja sama dengan perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca, dan beberapa proyek dari China merupakan kandidat yang ada di tahap perkembangan paling maju.

Ini termasuk satu dari perusahaan CanSinoBIO, yang telah menerima izin untuk memberikan vaksin kepada tentara China.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uji Klinis Vaksin Corona dari Jerman dan AS Tunjukkan Hasil Positif", 
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved