Breaking News:

virus corona

Tantangan Terbesar dalam Pengembangan Vaksin Covid-19: Imunitas dari Antibodi yang Cepat Melemah

"Artinya, terlalu mengandalkan vaksin saja (untuk mengontrol pandemi) bukanlah hal yang bijak," kata Stephen Griffin, guru besar di Leeds University.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. Pembuatan dan pengembangan vaksin virus corona jenis baru penyebab penyakit Covid-19 menghadapi tantangan yang besar. 

"Artinya, terlalu mengandalkan vaksin saja (untuk mengontrol pandemi) bukanlah hal yang bijak," kata Stephen Griffin, guru besar fakultas kedokteran di Leeds University.

Stephen menambahkan, agar bisa benar-benar efektif, vaksin Covid-19 "nantinya harus bisa memberikan perlindungan yang lebih kuat dan tahan lama... atau harus diberikan secara teratur."

"Dan itu sama sekali bukanlah hal yang remeh," pungkasnya.

Daftar Lembaga Negara yang Didirikan dan Dibubarkan Jokowi Selama Menjabat,Sudah Bubarkan 23 Lembaga

WHO Menyatakan Banyak Negara Menuju ke Arah Salah dalam Menangani Covid-19

WHO Beri Peringatan Menyusul Munculnya Satu Juta Kasus Baru Covid-19 dalam Lima Hari

Lebih dari 100 tim dan perusahaan di seluruh dunia mencoba membuat dan mengembangkan vaksin Covid-19.

Setidaknya, 17 di antaranya sudah diujicobakan terhadap manusia.

Sebuah percobaan pre-klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca terhadap babi, dikenal dengan nama AZD1222, menunjukkan dua dosis dapat menghasilkan respon antibodi lebih besar daripada hanya satu dosis saja.

Namun sejauh ini, masih belum ada data dari pengujian vaksin terhadap manusia yang menunjukkan hasil respon imunitas tubuh yang cukup kuat dan tahan lama.

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Rabu, 15 Juli 2020: Ada 106 WNI Terinfeksi di Qatar

Matahari Melintas di atas Kakbah pada 15 dan 16 Juli 2020, Berikut Panduan Cek Arah Kiblat

Lolos dari Jeratan Dugaan Kasus Prostitusi, Hana Hanifah Diselidiki Terkait Dugaan Surat Palsu

Injeksi Pendorong (Booster Shots)

Seorang profesor tamu mikrobiologi di Oxford University Inggris yang juga mantan pakar di Sanofi Pasteur, Jeffrey Arnold, mengatakan satu alasan kurangnya data adalah masalah waktu.

Pengembangan dan pengujian vaksin virus corona yang begitu cepat, hanya dalam waktu enam bulan, tidak cukup lama untuk menunjukkan daya tahan perlindungan yang dihasilkan.

Halaman
123
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved