Fakta Penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia: Serah Terima Dilakukan di Dalam Pesawat
Penangkapan Djoko Tjandra dilakukan atas kerja sama Polri dan Kepolisian Kerajaan Malaysia.
TRIBUNPALU.COM - Jelang akhir bulan Juli 2020, kepolisian menorehkan prestasi atas ditangkapnya terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra setelah buron selama 11 tahun.
Penangkapan Djoko Tjandra dilakukan atas kerja sama Polri dan Kepolisian Kerajaan Malaysia.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, sebelum penangkapan, Kapolri Jenderal Idham Azis mengirim surat kepada Inspektur Jenderal of Police Malaysia Abdul Hamid bin Bador pada 23 Juli 2020.
Setelah Polisi Diraja Malaysia melakukan penangkapan fisik terhadap Djoko, kata Argo Yuwono, baru Djoko Tjandra diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dibawa pulang ke Indonesia.
• Dijebloskan ke Rutan Salemba, Sel Tahanan Djoko Tjandra Dipisah Jauh dari Brigjend Prasetijo
• Djoko Tjandra Ditangkap di Malaysia setelah 11 Tahun Buron, Mahfud MD: Saya Tidak Terlalu Kaget
• Kisah di Balik Pelarian Djoko Tjandra yang Berakhir di Malaysia setelah 11 Tahun Buron
"Setelah itu ditindaklanjuti Kepolisian Diraja Malaysia untuk meminta penangkapan kepada yang bersangkutan," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, Sabtu (1/8/2020).
Menurut dia, proses serah terima dilakukan di atas pesawat.
“Proses namanya serah terima. Begitu Djoko Tjandra ditangkap Polisi Diraja Malaysia, kemudian melakukan serah terima dengan polisi Indonesia di atas pesawat,” ungkap Argo Yuwono.
Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan keberhasilan Polri memulangkan Djoko Tjandra, buronan kasus dugaan korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.
Menurut dia, keberhasilan memulangkan Djoko Tjandra dilakukan atas kerja sama Polri dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia.
Upaya penangkapan itu berawal dari Kapolri Jenderal Idham Azis membentuk tim khusus untuk memulangkan Djoko Tjandra ke Indonesia, agar menjalani proses hukum.
Setelah melakukan upaya penelusuran, kata Listyo, diketahui buronan atas nama Djoko Tjandra sedang berada di Negeri Jiran.
"Atas perintah Kapolri, Kapolri membentuk tim khusus secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra. Dari pencarian, kami mendapati informasi yang bersangkutan ada di Malaysia," ujar Listyo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).
Dia menjelaskan, Polri melakukan kerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia selama upaya penangkapan dan pemulangan Djoko Tjandra.
"Ditindaklanjuti kegiatan police to police. Bapak Kapolri kirim surat kepada Polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama melakukan kegiatan upaya pencarian," kata Listyo.
Pada Kamis siang, Polri menerima informasi keberadaan Djoko Tjandra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/terpidana-kasus-korupsi-pengalihan-hak-tagih-cessie-bank-bali-djoko-tjandra.jpg)