Breaking News:

Banjir Bandang di Bolaang Mongondow Selatan: 22 Ribu Jiwa Terdampak, BNPB Kirim Helikopter Logistik

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
BNPB via Tribunnews.com
Bencana sejak Jumat (31/7/2020) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga. 

TRIBUNPALU.COM - Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Dampak dari bencana alam ini, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sebanyak 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak.

Hal itu diketahui berdasarkan data yang diperbarui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (2/8/2020) pukul 19.00 WIB.

Adapun keseluruhan warga yang terdampak tersebut terbagi di tujuh wilayah kecamatan meliputi Kecamatan Bolaang Uki ada 2.978 KK/9.715 jiwa, Kecamatan Helumo ada 225 KK/861 jiwa, Kecamatan Tomini ada 62 KK/250 jiwa, Kecamatan Posigadan ada 154 KK/636 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Pinolosian ada 1749 KK/5980 jiwa, Kecamatan Pinolosian Tengah ada 925 KK/1.729 jiwa dan Kecamatan Pinolosian Timur ada sebanyak 953 KK/3.494 jiwa.

Bencana alam sejak Jumat (31/7/2020) lalu itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan menyebabkan beberapa sungai besar meluap.

Sehingga, air masuk ke permukiman warga.

Kartu Pra Kerja Gelombang 4 Segera Dibuka, Kuotanya Lebih Besar, Ini Panduan Lengkap untuk Mendaftar

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Senin, 3 Agustus 2020: Pisces Introspeksi Diri, Libra Merasa Menyesal

Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

Kendati sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama.

Terlebih hingga saat ini, hujan masih sering terjadi sebagaimana hal itu juga telah diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan wilayah lain di bagian utara Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved