Breaking News:

Virus Corona

Cegukan Tak Berhenti hingga Berhari-hari Disebut Jadi Gejala Baru Virus Corona

Sebuah penelitian menunjukkan gejala baru Covid-19, yang dapat dianggap sebagai tanda pertama penyakit ini, yakni cegukan terus-menerus.

Cookie Studio/Shutterstock via Reader's Digest
Ilustrasi cegukan 

TRIBUNPALU.COM - Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia bekerja siang dan malam untuk mengembangkan obat untuk Covid-19, upaya yang dipercepat juga sedang dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang gejala rumit penyakit tersebut untuk diagnosis yang tepat waktu.

Asal tahu saja, jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 telah menyentuh angka 19 juta dan lebih dari 7,11.200 orang meninggal dunia karena penyakit yang sangat menular itu.

Perlu dicatat bahwa meskipun sebelumnya demam, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sesak napas dianggap sebagai ciri khas Covid-19  penyakit ini kadang muncul dengan gejala yang beragam hingga dijuluki penyakit 1000 wajah.

Meskipun beberapa ciri klinis dari virus corona baru mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, virus ini juga menyebabkan gejala yang tidak biasa termasuk hilangnya rasa dan bau (tanpa hidung tersumbat), masalah mata, ruam kulit, masalah pencernaan ringan, dan bahkan pusing pada beberapa pasien. 

Update Corona Global Senin 10 Agustus Siang: Total Kasus di Dunia Capai 20 Juta,12,9 Pasien Sembuh

Kasus Virus Corona di Singapura Tembus 55 Ribu, Tertinggi Ketiga di Asia Tenggara

Dilansir dari Times of India, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Emergency Medicine menunjukkan gejala baru Covid-19, yang dapat dianggap sebagai tanda pertama penyakit ini, yakni cegukan terus-menerus. 

Dalam penelitian tersebut, dokter dari Cook County Health, AS menguraikan laporan kasus seorang pria berusia 62 tahun, yang pergi ke unit gawat darurat rumah sakit setelah menderita cegukan terus-menerus selama empat hari. 

Cegukan terus-menerus juga dikenal sebagai cegukan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru dan telah kehilangan berat badan sekitar 11 kilogram dalam empat bulan terakhir, bahkan tanpa mencoba diet.

Pasien dirawat di rumah sakit dengan riwayat cegukan persisten selama empat hari dan tidak memiliki gejala virus corona baru.

Walikota Banjarbaru Meninggal Usai Dua Pekan Lawan Covid-19 yang Menjangkitinya

Boleh Lakukan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Ini Daftar Wilayah yang Masuk Zona Kuning Covid-19

Pemeriksaan fisiknya juga tidak mengungkapkan sebanyak pada hari masuk, suhunya hampir mencapai 38 derajat Celcius tetapi tidak ada hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri dada atau bahkan sesak napas. 

Setelah dokter melakukan rontgen untuk memahami penyebab cegukan terus-menerus, mereka menemukan kekeruhan seperti kaca tanah yang tidak normal di kedua paru-parunya. 

Kelainan ini muncul sebagai area yang berkabut di paru-parunya dan menandakan semacam kerusakan pada paru-paru, peradangan atau pendarahan menurut Bruce Y. Lee, MD, profesor Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Sekolah Umum Kota City, New York (CUNY) School of Public Kesehatan. 

Berdasarkan temuan sinar-X, dokter selanjutnya melakukan CT scan yang memastikan adanya peradangan paru-paru, yang mungkin memicu cegukan. 

Pasien dirawat di unit Covid-19 setelah dokter memutuskan untuk mengujinya untuk virus corona baru.

Pada saat dia dirawat, dia mengalami demam tinggi dan detak jantungnya juga naik. Menurut laporan kasus, hanya setelah satu hari masuk pasien juga dinyatakan positif Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di GridHealth.id dengan judul "Tambah Lagi Gejalanya, Cegukan Terus Bisa Jadi Awal Covid-19"

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved