Breaking News:

Terjerat Kasus ''IDI Kacung WHO'', Ini Sosok Jerinx SID sejak Kecil hingga Dewasa di Mata Sang Ayah

Sang ayah, I Wayan Arjono, sama sekali tidak kaget mendengar Jerinx berurusan dengan polisi.

KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx saat ditemui di gala premiere film Mama Mama Jagoan di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018). 

TRIBUNPALU.COM - Penggebuk drum grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx, saat ini terjerat kasus dugaan ujaran kebencian.

Hal ini lantaran dirinya mengunggah tulisan yang menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung WHO di media sosial.

Akibatnya, Jerinx SID ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Bali.

Jerinx SID memang dikenal sosok yang ceplas-ceplos, termasuk saat menyuarakan pendapatnya di media sosial.

Sang ayah, I Wayan Arjono, sama sekali tidak kaget mendengar Jerinx berurusan dengan polisi.

Menurut dia, Jerinx sejak muda tumbuh dengan pemikiran bebas. Jerinx juga dikenal vokal dalam menyuarakan pemikirannya.

Naskah Teks Proklamasi Tulisan Tangan Ir. Soekarno Bakal Ditampilkan di Upacara HUT ke-75 RI

Semangat Hari Kemerdekaan RI, 18 Kutipan dari Soekarno Ini Cocok untuk Update Status Media Sosial

Jadwal Semifinal Liga Eropa Nanti Malam di SCTV, Ada Big Match Sevilla vs Manchester United

Musisi asal Bali I Gede Ari Astina atau yang lebih akrab disapa Jerinx ikut melakukan aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Sabtu (23/3/2019).
Musisi asal Bali I Gede Ari Astina atau yang lebih akrab disapa Jerinx ikut melakukan aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Sabtu (23/3/2019). (TRIBUN BALI/I WAYAN SUI SUADNYANA)

Sebagai contoh, kala Jerinx SID getol menyuarakan Bali Tolak Reklamasi (BTR) Teluk Benoa tahun 2013 silam.

Sebetulnya keluarga besar sempat rapat, kemudian menyarankan Jerinx berhenti ikut berjuang di BTR. Namun Jerinx secara tegas menolak.

Akhirnya keluarga memaklumi dan mendukung perjuangan Jerinx.

“Waktu itu kami sudah sempat sarankan, kalau bisa keluarga berharap janganlah lagi terlibat, karena risikonya besar."

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved