Breaking News:

Terjerat Kasus ''IDI Kacung WHO'', Ini Sosok Jerinx SID sejak Kecil hingga Dewasa di Mata Sang Ayah

Sang ayah, I Wayan Arjono, sama sekali tidak kaget mendengar Jerinx berurusan dengan polisi.

KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx saat ditemui di gala premiere film Mama Mama Jagoan di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018). 

Satu yang sempat ia ingat waktu Jerinx masih duduk di bangku SMA, Arjono rutin memberi Jerinx bekal sekolah Rp 3 ribu per hari.

Jerinx tak mau dikasih lebih.

“Di sana saya lihatnya, kenapa ini orang kok tidak mau dikasih lebih. Pernah suatu saat, saya kasih Rp 5 ribu, karena saya tidak ada uang receh, dia tidak mau, gimana pun caranya dia enggak mau. Harus Rp 3 ribu. Saya tanya kenapa, katanya biar tidak ribet. Nah di sana saya melihat pemikiran anak saya mulai beda,” ucap Arjono.

Selain itu, yang membuat Arjono kaget dengan sifat dan sikap anaknya yang masih SMA adalah ketika Jerinx berangkat ke Jakarta untuk ikut demonstrasi menurunkan Soeharto pada tahun 1998.

Waktu itu, Arjono benar-benar bingung mengapa anak seusia SMA sudah punya pemikiran seperti itu.

Arjono pun tak bisa melarang anaknya ikut demo ke Jakarta.

Nora Alexandra dan Jerinx SID. Nora Alexandra Murka Ada Cewek Kirim DM Intim ke Suaminya Jerinx SID: Pelakor Ngapain Lo VC Laki Gw.
Nora Alexandra dan Jerinx SID. Nora Alexandra Murka Ada Cewek Kirim DM Intim ke Suaminya Jerinx SID: Pelakor Ngapain Lo VC Laki Gw. (instagram.com/ncdpapl)

“Saya selaku orangtua kaget. Artinya ya bedalah saya anggap orang kecil punya pemikiran seperti itu,” tutur Arjono.

Tamat SMA, Arjono sempat menyuruh Jerinx kuliah. Jerinx pun menuruti keinginan orangtuanya.

Namun ternyata Jerinx tidak minat kuliah.

Jerinx cuma kuliah tak sampai dua tahun, dan ia memilih fokus dengan band yang dibentuknya yakni Superman Is Dead.

“Anak saya bilang, kalau nyari titel-titel itu saya tidak senang pak, kursus bahasa Inggris untuk gagah-gagahan, itu saya tidak senang. Akhirnya saya suruh dia kuliah di seni juga dia tidak mau, ya sudah kami tidak bisa memaksa,” kata Arjono.

Sampai tiba saatnya, Arjono kaget melihat keseharian anaknya yang sering pulang malam, keluyuran, manggung sana- sini.

Bahkan Arjono sempat membuntuti Jerinx saat manggung di GOR Lila Bhuana Ngurah Rai Denpasar.

“Dan saya kaget, yang nonton banyak sekali. Saya berpikir, ini anak saya kok bisa ditonton banyak gini,” tutur Arjono dengan nada heran.

Arjono juga bercerita bahwa di keluarganya memang ada keturunan pejuang. Kakek Jerinx adalah seorang veteran.

Bahkan, ketika Jerinx memutuskan menjadi salah satu pentolan dalam gerakan BTR Teluk Benoa, yang paling getol mendukung adalah kakeknya yang sudah wafat lima tahun silam.

“Waktu itu, kakeknya mendukung, dan memberi Jerinx motivasi. Apa yang ia katakan ke Jerinx? Lanjutkan perjuangan.”

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Masa Kecil I Gede Ari Astina di Mata Ayah Dan Awal Mula Panggilan 'Jerinx' Saat Remaja

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved