Ada Tambahan Kasus Positif di Tengah Pandemi Covid-19, Anies Baswedan: Kabar Baik

Anies Baswedan menjelaskan, bila ada temuan kasus positif, berarti tim medis berhasil mendeteksi penularan virus dan akan menghentikan penyebarannya.

Instagram/aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNPALU.COM - Kasus infeksi virus corona di wilayah ibu kota, DKI Jakarta, masih belum menunjukkan penurunan.

Bahkan, per Rabu (19/8/2020) kemarin, ada 31.016 kasus infeksi di wilayah ibu kota, dengan 21.071 kasus sembuh, dan 1.032 kasus meninggal dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat mengubah pandangan temuan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat.

Jika selama ini masyarakat selalu berpandangan negatif terhadap temuan kasus positif Covid-19 di DKI.

Menurut Anies, temuan kasus positif Covid-19 merupakan kabar baik.

Hal ini disampaikan Anies usai menjalankan salat subuh berjemaah sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2020).

"Sering kali kalau ditemukan kasus positif, diasosiasikan sebagai kabar buruk. Sesungguhnya kalau ditemukan ada positif di kondisi wabah, artinya kabar baik," ucapnya.

Anies menjelaskan, bila ada temuan kasus positif, berarti tim medis berhasil mendeteksi penularan virus dan akan menghentikan penyebarannya.

Sedangkan, bila tak ditemukan, maka warga yang telah terpapar Covid-19 bakal lebih banyak menulari orang disekitarnya.

"Karena kalau tidak ditemukan mereka bepergian kemana-mana, menularkan wabah ini," ujarnya.

BKN Rilis Jadwal dan Lokasi Ujian SKB CPNS 2019, 20 Lokasi Tes di Luar Negeri Dipersiapkan

Bertemu Presiden Jokowi, Giring Ganesha Akui dapat Nasihat yang Bisa Mengobarkan Semangatnya

Penelitian Obat Covid-19 dari UNAIR Dinilai Tak Lazim, Pakar: Data Ini Kesannya Too Good To Be True

Pelaku Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Batam Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai, sangat wajar bila angka penambahan kasus Covid-19 di DKI tinggi.

Pasalnya, DKI sendiri terus menambah kapasitas pengetesan Covid-19 menggunakan metode swab test PCR.

Bahkan, rata-rata pengetesan tiap pekannya bisa mencapai 40 ribu orang.

"Karena dikejar terus maka ketemu. Karena ketemu, maka angka positif jadi tinggi," kata Anies.

"Kalau mereka enggak ketemu, mereka berkeliling tanpa sadar (telah terpapar Covid-19)," tambahnya.

Penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sendiri terus meroket.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved